Waspada Malaria Impor, Sumba Timur Perketat Skrining di Pintu Masuk

  • 23 Apr 2026 09:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Malaria impor yang berpotensi masuk melalui mobilitas pekerja migran dari daerah endemis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga capaian penurunan kasus serta mencegah terjadinya penularan kembali di wilayah yang mulai menuju zona bebas malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Rambu Umbu Djima, dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 di RRI Kupang, Kamis, 23 April 2026 menegaskan bahwa skrining kesehatan diperketat di berbagai pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi secara dini kemungkinan adanya parasit malaria pada warga yang baru tiba dari luar daerah.

“Kita sangat mewaspadai malaria impor, sehingga skrining ketat perlu dilakukan bagi warga yang kembali dari daerah endemis guna mencegah penularan kembali di wilayah kita,” katanya.

Selain skrining di pintu masuk, Rambu Djima mengatakan, petugas kesehatan hingga tingkat desa juga diminta aktif memantau pergerakan warga, termasuk pendatang baru dan pemudik. Jika ditemukan gejala demam, masyarakat akan langsung menjalani pemeriksaan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Sinergi antara otoritas pelabuhan, bandara, dan Puskesmas setempat terus diperkuat. Hal ini untuk memastikan setiap kasus yang teridentifikasi dapat segera ditangani melalui prosedur medis, termasuk pengobatan sesuai standar yang berlaku.

Di sisi lain, lanjut Rambu Djima, edukasi kepada calon pekerja migran juga terus digencarkan. Pemerintah daerah membekali mereka dengan pengetahuan tentang pencegahan malaria selama berada di daerah endemis, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan saat kembali ke daerah asal.

Peran tokoh masyarakat dan pemerintah desa turut menjadi kunci dalam mendukung pengawasan mobilitas penduduk. “Pendataan warga yang keluar masuk wilayah secara akurat dinilai penting untuk membantu tim surveilans dalam memetakan potensi risiko penyebaran,” ujar Rambu Djima.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur optimistis mampu membendung masuknya kasus malaria impor sekaligus mempercepat target eliminasi malaria secara menyeluruh di wilayah tersebut. Dukungan masyarakat diharapkan terus menguat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kesehatan dan produktivitas daerah. (DB)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....