Terapi Gerak Mengurangi Kekakuan Otot pada Pasien Parkinson

  • 22 Apr 2026 16:31 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID Sumba - Penyakit Parkinson merupakan gangguan saraf progresif yang memengaruhi kemampuan gerak seseorang. Salah satu gejala yang paling sering dialami pasien adalah kekakuan otot atau rigiditas, yang membuat tubuh terasa kaku, sulit bergerak, dan cepat lelah. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sederhana seperti berjalan, menulis, hingga menjaga keseimbangan. Oleh karena itu, terapi gerak secara rutin menjadi salah satu pendekatan penting untuk membantu pasien mempertahankan kualitas hidupnya.

Terapi gerak dilakukan oleh fisioterapis melalui rangkaian latihan yang dirancang khusus sesuai kondisi pasien. Program ini biasanya dimulai dengan evaluasi kemampuan gerak, keseimbangan, fleksibilitas, serta kekuatan otot. Dari hasil penilaian tersebut, fisioterapis menyusun latihan yang aman dan bertahap agar pasien dapat berlatih tanpa risiko cedera. Pendekatan yang personal ini membuat terapi lebih efektif dalam mengatasi kekakuan otot.

Latihan peregangan menjadi bagian utama dalam terapi gerak bagi pasien Parkinson. Peregangan membantu meningkatkan fleksibilitas otot yang kaku serta memperbaiki rentang gerak sendi. Ketika dilakukan secara rutin, otot menjadi lebih lentur dan gerakan tubuh terasa lebih ringan. Selain itu, latihan penguatan otot juga diberikan untuk membantu menjaga stabilitas tubuh dan mendukung aktivitas sehari-hari.

Selain peregangan dan penguatan, terapi gerak juga melibatkan latihan keseimbangan dan koordinasi. Pasien Parkinson sering mengalami gangguan keseimbangan yang meningkatkan risiko jatuh. Melalui latihan berjalan, latihan perubahan arah, serta latihan ritme gerak, pasien dilatih agar mampu bergerak dengan lebih stabil dan percaya diri. Latihan ini juga membantu meningkatkan koordinasi antara otak dan otot.

Konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan terapi gerak. Latihan yang dilakukan secara rutin dapat memperlambat penurunan fungsi gerak dan membantu pasien tetap aktif dalam jangka panjang. Fisioterapis biasanya memberikan panduan latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah agar pasien tetap berlatih secara mandiri di luar sesi terapi.

Dengan terapi gerak yang dilakukan secara teratur, pasien Parkinson memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup. Kekakuan otot dapat berkurang, keseimbangan meningkat, dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dilakukan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa gerakan yang tepat dan konsisten dapat menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan penyakit Parkinson. (PM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....