Provinsi NTT Memiliki Kasus Gangguan Jiwa menghawatirkan
- 07 Apr 2026 14:57 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Angka depresi berat dari total yang diskrining 278 ribu 501 Orang siswa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan ada 782 Siswa belum termasuk depressing ringan dan sedang. Hal ini di sampaikan Kasie Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTT Scherly Hayer,S.Gz pada dialog Kupang menyapa RRI kupang, Selasa 7 April 2026.
Scherly Hayer menyebutkan, untuk menekan angka depresi berat, dinas kesehatan saat ini berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan edukasi anak-anak remaja agar menjaga kesehatan mental dengan memanfaatkan cek kesehatan gratis program Pemerintah meliputi cek kesehatan mental,jiwa, fisik maupun kebugaran jasmani. “Melihat perkembangan, kesehatan mental sekarang menjadi salah satu pogram utama dari Pemerintah Indonesia melalui asta Cita,karena kesehatan mental itu bukan hanya Remaja, tetapi semua kalangan masyarakat melalui launching kesehatan gratis dengan melakukan skrining kesehatan Jiwa kepada anak-anak usia Tujuh (7) sampai delapan belas (18) Tahun,” ucapnya.
Kasie Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTT Scherly Hayer,S.Gz menjelaskan, cek kesehatan gratis meliputi umum dan Dewasa termasuk anak sekolah dan Balita Pra sekolah. Khusus untuk anak balita pra sekolah TK dan PAUD di lakukan di Posyandu sementara untuk anak usia SD sampai kelas Tiga dilakukan di sekolah oleh petugas kesehatan.
“Dan petugas kesehatan dari Puskesmas yang datang ke sekolah untuk melakukan skrining setiap tahun sekaligus dan itu wajib diikuti seluruh siswa usia 7 sampai 18 tahun khususnya kepada mereka yang mengalami kecemasan dan depresi,” ujarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan skrinig pada bulan Maret 2026 di SD Inpres Oesapa Kecil Satu (1) dan SMP negeri 2 Kota Kupang termasuk SMA Negeri Lima (5) Kota Kupang Scherly Hayer menegaskan, dari 200 siswa yang di skrining ditemukan puluhan siswa SD mengalami depresi berat.
“Tiga minggu lalu kami melakukan skrining kesehatan kepada anak SD Inpres Oesapa Kecil Satu Kota Kupang kami menemukan ada puluhan siswa mengalami depresi berat,” kata scherly Hayer. (anna)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....