Olahraga Tepat Jaga Kesehatan Sendi di Usia Senja
- 07 Apr 2026 10:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Seiring bertambahnya usia, kekuatan sendi manusia cenderung menurun akibat berkurangnya tulang rawan dan cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas alami. Kondisi ini kerap membuat sebagian orang menghindari aktivitas fisik, padahal, dengan pendekatan yang tepat, olahraga justru dapat membantu melindungi dan menjaga fungsi sendi.
Tulang rawan artikular yang melapisi ujung tulang berperan penting dalam menjaga kelancaran pergerakan, namun, jaringan ini memiliki kemampuan terbatas untuk memperbaiki diri karena tidak memiliki suplai darah. Kerusakan yang terjadi secara bertahap dapat menyebabkan Osteoartritis, penyakit sendi yang menyerang lebih dari 500 juta orang di dunia, terutama pada lutut, pinggul, dan tulang belakang.
| Baca juga: Minuman yang di minum usai Olahraga |
Aktivitas fisik membantu mendistribusikan cairan sinovial ke seluruh sendi, sehingga nutrisi penting dapat terserap dengan baik oleh tulang rawan. Selain itu, penguatan otot di sekitar sendi berfungsi sebagai peredam kejut alami yang mengurangi tekanan berlebih.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa latihan kekuatan, khususnya yang menargetkan otot paha depan, efektif dalam mengurangi nyeri sendi. Bahkan, hasil kajian ilmiah menemukan bahwa olahraga memiliki manfaat yang setara dengan obat antiinflamasi dalam mengurangi nyeri pada penderita osteoartritis lutut, tanpa efek samping.
Menurut sciencealert, olahraga juga berperan dalam menjaga proprioception, yaitu kemampuan tubuh mengenali posisi dan geraknya sendiri. Kemampuan ini biasanya menurun seiring usia, sehingga meningkatkan risiko ketidakseimbangan dan cedera, namun dengan latihan di permukaan yang bervariasi atau tidak stabil dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas sendi.
Jenis olahraga berdampak rendah menjadi pilihan yang aman dan efektif bagi kesehatan sendi. Aktivitas seperti berenang, bersepeda, serta latihan seperti Tai Chi dan Yoga diketahui mampu meningkatkan fleksibilitas sekaligus memperkuat otot, bahkan berjalan di medan alami seperti rumput, pasir, atau kerikil juga bermanfaat dalam melatih keseimbangan tubuh.
Untuk memulai, masyarakat disarankan memulai dari aktivitas ringan, seperti berjalan kaki selama 10 menit atau latihan keseimbangan sederhana seperti berdiri dengan satu kaki. Penting pula untuk selalu menggunakan penopang atau pegangan saat berlatih guna menghindari risiko jatuh.
Para ahli juga mengingatkan bahwa setiap bentuk olahraga tetap memiliki risiko jika dilakukan tanpa teknik yang benar, oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga profesional seperti fisioterapis atau ahli fisiologi olahraga sangat dianjurkan agar latihan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Dengan langkah yang tepat, olahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi kunci utama dalam mempertahankan kesehatan sendi dan kualitas hidup di usia lanjut. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....