Kenali Leptospirosis, Penyakit Kencing Tikus yang Berbahaya

  • 31 Mar 2026 17:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan melalui urin hewan, terutama tikus. Penularan dapat terjadi ketika manusia kontak langsung dengan air, tanah, atau makanan yang telah terkontaminasi, terutama melalui luka terbuka atau selaput lendir seperti mata dan hidung. Penyakit ini kerap muncul di lingkungan dengan sanitasi buruk, terutama saat musim hujan atau banjir.

Gejala leptospirosis meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga mata merah. Pada kondisi yang lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pada organ vital seperti hati dan ginjal. Jika tidak ditangani dengan cepat, leptospirosis berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Cara Pencegahan Leptospirosis

1. Jaga Kebersihan Lingkungan

Membersihkan lingkungan secara rutin menjadi langkah utama pencegahan. Pastikan tidak ada tumpukan sampah dan saluran air tetap lancar agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.

2. Hindari Kontak Air Tercemar

Saat musim hujan atau banjir, hindari kontak langsung dengan air yang berpotensi terkontaminasi. Jika harus beraktivitas, gunakan pelindung seperti sepatu boots dan sarung tangan.

3. Gunakan Pelindung Diri

Tutup luka terbuka dengan perban tahan air agar bakteri tidak mudah masuk ke dalam tubuh. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi risiko infeksi secara signifikan.

4. Kendalikan Populasi Tikus

Menggunakan perangkap tikus dan menjaga kebersihan rumah dapat membantu menekan populasi tikus sebagai sumber utama penularan penyakit.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut, masyarakat dapat meminimalkan risiko tertular leptospirosis dan menjaga kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....