Jamu: Ramuan Kuno yang Tetap Bertahan
- 27 Mar 2026 13:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Jamu sebagai minuman herbal tradisional Indonesia telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Di tengah gempuran produk kesehatan modern, jamu tetap bertahan dan bahkan kembali diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga generasi muda.
Sejarah mencatat, jamu sudah dikenal sejak masa kerajaan di Nusantara, khususnya pada era Kerajaan Mataram Kuno. Ramuan ini awalnya digunakan di lingkungan keraton sebagai minuman kesehatan dan kecantikan para putri bangsawan. Seiring waktu, tradisi meracik jamu menyebar ke masyarakat luas dan menjadi bagian dari budaya turun-temurun.
| Baca juga: Obat Tradisional untuk Menurunkan Kolesterol |
Menurut sejarawan budaya, penggunaan bahan alami seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur menjadi ciri khas jamu yang dipercaya memiliki berbagai khasiat bagi tubuh. “Jamu bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari pengetahuan tradisional yang diwariskan lintas generasi,” dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2023.
Di era modern, keberadaan jamu tidak hanya bertahan, tetapi juga mengalami inovasi. Banyak pelaku usaha mulai mengemas jamu dalam bentuk yang lebih praktis dan menarik, seperti minuman siap saji hingga kemasan botol kekinian. Hal ini membuat jamu semakin mudah diterima oleh generasi muda yang sebelumnya kurang familiar dengan cita rasa tradisional.
Ahli kesehatan herbal juga menilai bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi salah satu faktor utama kembalinya popularitas jamu. “Bahan alami dalam jamu dinilai lebih aman dan minim efek samping jika dikonsumsi secara tepat,” dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 2024.
Selain itu, pemerintah dan berbagai komunitas juga terus mendorong pelestarian jamu sebagai warisan budaya Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui edukasi, festival, hingga pengembangan industri jamu berbasis UMKM di berbagai daerah.
Kini, jamu tidak hanya dikenal sebagai minuman tradisional, tetapi juga simbol kearifan lokal yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Dengan kombinasi antara tradisi dan inovasi, jamu terus menunjukkan eksistensinya sebagai ramuan kuno yang tetap relevan hingga hari ini. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....