Cegah Leptospirosis Terulang, Pemkab Sabu Raijua Bangun Biopori

  • 27 Mar 2026 09:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sabu Raijua — Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyiapkan langkah jangka panjang untuk mencegah terulangnya kasus leptospirosis dengan membangun lubang resapan atau biopori di sejumlah titik rawan. Kebijakan ini diambil sebagai upaya memperbaiki sanitasi lingkungan secara permanen, menyusul kasus leptospirosis yang sempat menggegerkan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly dalam Wawancara Kupang Pagi Ini, Kamis 26 Maret 2026 menegaskan bahwa penanganan tidak boleh berhenti pada langkah darurat semata, seperti pembersihan lingkungan atau penyemprotan disinfektan.

“Kami tidak hanya melakukan pembersihan sesaat. Rencana jangka panjang kami adalah membangun lubang-lubang penyerapan atau biopori di lokasi kasus untuk memperbaiki kualitas sanitasi tanah,” ujarnya.

Menurut Thobias, bakteri leptospira berkembang pesat di lingkungan yang lembap dan tergenang air kotor, terutama yang terkontaminasi urine tikus. Oleh karena itu, teknologi biopori dinilai efektif untuk mengurangi genangan air karena mampu meningkatkan daya serap tanah secara vertikal.

Ia menjelaskan, kondisi lingkungan pemukiman yang rimbun dan minim paparan sinar matahari turut memperparah kelembapan tanah, sehingga menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang. “Dengan biopori, sirkulasi air menjadi lebih sehat dan kelembapan tanah dapat dikendalikan, sehingga bakteri tidak memiliki ruang untuk berkembang di masa depan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi kesehatan lingkungan. Warga diharapkan dapat memahami pentingnya pembuatan lubang resapan, khususnya di sekitar sumur dan kandang ternak.

Selain pembangunan biopori, pemerintah juga menyiapkan langkah pendukung berupa pembagian racun tikus serta pemasangan perangkap secara massal guna menekan populasi hewan pembawa penyakit. Langkah terpadu ini diharapkan mampu memperkuat sistem sanitasi lingkungan di Sabu Raijua agar lebih tangguh menghadapi ancaman penyakit berbasis lingkungan atau zoonosis.

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya perlindungan utama bagi keluarga. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....