Pemkab Sabu Raijua Tangani Cepat Wabah Leptospirosis, Empat Warga Meninggal

  • 27 Mar 2026 08:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sabu Raijua — Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua bergerak cepat menangani penyebaran penyakit leptospirosis yang dilaporkan telah menelan korban jiwa. Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si mengonfirmasi bahwa sebanyak empat warga meninggal dunia akibat infeksi bakteri leptospira.

“Kami telah mengambil langkah darurat secara intensif untuk menekan penyebaran kasus ini,” ujarnya saat diwawancarai via telpon, Kamis 26 Maret 2026. Penanganan kasus ini bermula dari laporan Rumah Sakit Umum Daerah Menia yang menemukan adanya pola kematian dengan gejala serupa dalam kurun waktu dua minggu terakhir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah daerah langsung menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, serta Dinas Kesehatan. Hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan tempat tinggal korban menjadi faktor utama penyebaran penyakit.

Minimnya paparan sinar matahari akibat rimbunnya pepohonan menyebabkan tingkat kelembapan tinggi, yang menjadi lingkungan ideal bagi berkembangnya bakteri leptospira. Selain itu, ditemukan pula sejumlah permasalahan sanitasi, seperti sumur warga yang terkontaminasi air kotor akibat bibir sumur yang rendah serta kebocoran pipa pembuangan.

Sebagai langkah penanganan, tim gabungan telah melakukan kerja bakti massal dengan membersihkan dahan pohon dan memperbaiki sistem sanitasi lingkungan. Pemerintah juga memasang gorong-gorong di sekitar bibir sumur untuk mencegah masuknya air tercemar, serta memberikan kaporit guna mensterilkan sumber air bersih.

Upaya lainnya menurut Wabup Thobias, meliputi penyemprotan disinfektan di sejumlah titik rawan guna memutus rantai penularan bakteri yang umumnya berasal dari urine tikus. Dinas Kesehatan setempat kini melakukan pemantauan ketat terhadap penyebaran penyakit, menyusul adanya indikasi penularan hingga radius 500 meter.

Sejumlah sampel darah dari warga yang menunjukkan gejala juga telah dikirim ke laboratorium tingkat provinsi untuk memastikan diagnosis. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, lemas, dan nyeri tubuh.

“Terkait pelayanan kesehatan, kami pastikan seluruh biaya pengobatan di rumah sakit maupun puskesmas ditanggung pemerintah,” ujar Thobias. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah berencana membangun sistem biopori untuk meningkatkan penyerapan air serta menekan potensi genangan.

Selain itu, bantuan racun dan perangkap tikus akan disalurkan kepada masyarakat secara luas. Edukasi kepada warga juga terus digencarkan, terutama terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kandang ternak, guna mencegah berkembangnya populasi tikus sebagai pembawa penyakit.

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap, melalui langkah cepat dan sinergi lintas sektor, penyebaran leptospirosis dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan korban tambahan. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....