Tips Memilih Takjil tanpa Bahan Pengawet
- 27 Feb 2026 09:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Bulan Ramadan selalu identik dengan aneka takjil yang menggoda selera. Mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga kue-kue manis berwarna cerah, semuanya tersaji di sepanjang jalan menjelang waktu berbuka. Namun, di balik kelezatan tersebut, kita tetap perlu bijak dalam memilih takjil—terutama agar terhindar dari bahan pengawet berbahaya yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Agar momen berbuka tetap aman dan menyehatkan, berikut beberapa tips memilih takjil tanpa bahan pengawet:
1. Perhatikan Warna dan Tampilan
Takjil yang terlalu mencolok dan berwarna sangat terang patut dicurigai, terutama jika warnanya tidak alami. Makanan dengan warna alami biasanya tampak lebih lembut dan tidak terlalu mencolok. Hindari produk yang terlihat terlalu mengkilap atau memiliki warna yang tidak wajar.
2. Cium Aromanya
| Baca juga: Tips Memasak Sehat dengan Minim Minyak |
Aroma adalah indikator penting. Takjil yang segar biasanya memiliki aroma alami sesuai bahan dasarnya, seperti santan, gula merah, atau buah-buahan. Jika tercium bau asam yang aneh atau bau menyengat seperti bahan kimia, sebaiknya jangan dibeli.
3. Tekstur yang Wajar
Perhatikan tekstur makanan. Misalnya, tahu atau bakso yang terlalu kenyal dan tidak mudah hancur bisa saja mengandung bahan tambahan tertentu. Kue yang terlalu lembek atau justru terlalu keras juga perlu diwaspadai.
4. Pilih Penjual yang Bersih dan Terpercaya
Belilah takjil dari penjual yang menjaga kebersihan, baik dari segi tempat, peralatan, maupun cara penyajian. Penjual yang menggunakan sarung tangan atau alat penjepit makanan menunjukkan kepedulian terhadap higienitas produk.
Jika membeli produk dalam kemasan, pastikan terdapat label resmi dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk berizin umumnya telah melalui pengawasan keamanan pangan.
5. Perhatikan Daya Tahan Makanan
Takjil tanpa bahan pengawet umumnya tidak tahan lama. Jika ada makanan basah yang tetap terlihat segar setelah berjam-jam di suhu ruang, sebaiknya berhati-hati. Makanan alami biasanya memiliki masa simpan yang lebih singkat.
6. Hindari Tekstur yang Terlalu Awet
Contohnya, gorengan yang tetap renyah meski sudah dingin berjam-jam bisa jadi mengandung bahan tambahan tertentu. Makanan alami biasanya akan berubah tekstur setelah beberapa waktu.
| Baca juga: Menu Vegetarian Sehat untuk Pemula |
7. Utamakan Takjil Buatan Rumah
Jika memungkinkan, membuat takjil sendiri di rumah adalah pilihan terbaik. Selain lebih hemat, kita bisa memastikan bahan yang digunakan segar dan bebas dari zat berbahaya.
Beberapa oknum masih menggunakan bahan berbahaya seperti formalin atau boraks untuk membuat makanan lebih tahan lama dan tampak menarik. Padahal, bahan tersebut tidak diperuntukkan bagi makanan dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari iritasi pencernaan hingga risiko penyakit serius jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Ramadan adalah momen untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas ibadah. Jangan sampai salah memilih takjil justru mengganggu kesehatan kita dan keluarga.
Mari menjadi konsumen yang cerdas dan bijak. Pilih takjil yang tidak hanya enak, tetapi juga aman dan menyehatkan. Selamat berbuka puasa dengan penuh berkah!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....