Perbedaan Nasi Dingin dan Panas pada penderita Diabetes

  • 20 Feb 2026 16:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba ,Nasi dingin lebih baik untuk penderita diabetes dibandingkan nasi panas karena memiliki pati resisten yang lebih tinggi dan indeks glikemik (IG) lebih rendah, sehingga memperlambat kenaikan gula darah. Proses pendinginan (terutama di kulkas) mengubah struktur pati menjadi lebih sulit dicerna, membantu mengontrol gula darah dan meningkatkan efektivitas insulin.

Berikut adalah perbedaan nasi dingin dan panas bagi penderita diabetes:
  • Nasi Dingin (Didinginkan di Kulkas):
    • Pati Resisten: Mengandung pati yang lebih tahan lama (hampir tiga kali lipat) daripada nasi panas.
    • Indeks Glikemik: Lebih rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
    • Manfaat: Lebih baik untuk penderita diabetes dan program diet karena membuat kenyang lebih lama.
    • Saran: Disimpan di kulkas (bukan suhu ruang) selama kurang lebih 24 jam untuk memaksimalkan pati resisten.
  • Nasi Panas (Baru Matang):
    • Struktur Pati: Lebih mudah terurai menjadi glukosa, menyebabkan gula darah naik lebih cepat.
    • Indeks Glikemik: Tinggi, yang berisiko bagi penderita diabetes.
    • Dampak: Cenderung membuat cepat lapar kembali.

Catatan Penting: Meskipun nasi dingin lebih aman, penderita diabetes tetap harus membatasi porsi nasi secara keseluruhan dan tidak mengonsumsinya berlebihan, karena kandungan karbohidrat totalnya sama dengan nasi panas. (OD).


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....