FoR PKBI NTT: Pergaulan Sehat Ala Anak Muda

  • 15 Feb 2026 21:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah maraknya kabar mengenai perilaku remaja yang terjebak dalam pergaulan berisiko, Forum Remaja (FoR) PKBI NTT menekankan pentingnya batasan diri atau boundaries yang tepat. Pergaulan sehat bukan berarti menutup diri dari dunia luar, melainkan kemampuan remaja untuk berinteraksi secara sosial sembari tetap memegang kendali penuh atas prinsip dan keselamatan dirinya.

Forum Remaja PKBI NTT melalui dialog bersama Pro 2 RRI Kupang pada, Selasa, 10 Februari 2026, mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya batasan diri atau boundaries dalam membangun relasi yang positif. Dua anggotanya Wilona Ballo dan Sari Karangora menyampaikan pandangan mereka masing- masing terkait definisi pergaulan sehat ini.

“Pergaulan sehat itu simpel saja, kita tetap bergaul seperti biasa namun tahu batasan diri dan memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Wilona, yang merupakan Mahasiswi Psikologi Undana. Wilona menambahkan bahwa kontrol diri adalah kunci utama agar remaja tidak "kebablasan" dalam pergaulan yang semakin luas tanpa sekat.

Urgensi pembahasan ini didasarkan pada data riset tahun 2022 yang menunjukkan angka kehamilan remaja di NTT mencapai 20%, serta tingginya angka perilaku seksual berisiko di Kota Kupang. Sari, yang juga aktif di PKBI NTT, menyoroti bahwa lingkungan pertemanan sering kali menjadi faktor penentu apakah seorang remaja akan terjerumus ke dalam tindak asusila atau tetap berada di jalur yang positif.

“Banyak remaja yang hanya ikut-ikutan melakukan hal berisiko agar diterima oleh lingkungannya karena adanya rasa takut dianggap tidak gaul atau berbeda,” ungkap Sari menjelaskan fenomena tekanan teman sebaya. Menurutnya, lingkungan yang sehat seharusnya menghargai perbedaan prinsip dan saling mendukung peningkatan prestasi, bukan memaksa seseorang untuk berkompromi dengan perilaku negatif.

Peran keluarga pun menjadi fondasi krusial; remaja yang mendapatkan validasi dan keterbukaan di rumah cenderung lebih percaya diri untuk menolak ajakan berisiko di luar. Namun, bagi remaja dengan latar belakang keluarga yang sulit, pilihan untuk hidup sehat tetaplah menjadi tanggung jawab personal yang bisa diupayakan melalui pemilihan organisasi dan lingkaran pertemanan yang suportif.

Sebagai penutup, pergaulan sehat adalah bentuk investasi masa depan di mana remaja mampu memfilter arus informasi digital yang deras dengan logika dan nilai moral yang kuat. Menjadi cerdas di masa remaja berarti berani menentukan siapa yang layak berada di lingkaran terdekat dan tahu kapan harus berkata tidak demi menjaga integritas diri.

Melalui dua anggotanya, Forum Remaja PKBI NTT pun mendorong generasi muda untuk aktif bergabung dalam organisasi, komunitas sekolah, maupun kegiatan keagamaan yang membangun karakter. Dengan memilih lingkungan yang saling mendukung, menghargai perbedaan, dan mengingatkan dalam kebaikan, remaja diharapkan mampu menjaga diri secara cerdas serta tumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....