Studi: Variasi Olahraga Turunkan Risiko Kematian

  • 10 Feb 2026 04:44 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa melakukan berbagai jenis olahraga secara rutin dapat membantu menurunkan risiko kematian dini. Penelitian yang dilakukan oleh Harvard TH Chan School of Public Health, Amerika Serikat, menemukan bahwa variasi aktivitas fisik berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan umur yang lebih panjang.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data lebih dari 111.000 orang selama periode 30 tahun. Mereka membandingkan rutinitas olahraga yang dilaporkan peserta dengan angka kematian selama masa penelitian.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang melakukan variasi olahraga paling banyak memiliki risiko kematian 19 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang aktivitas fisiknya kurang bervariasi, meskipun total waktu olahraga secara keseluruhan relatif sama. “Temuan ini mendukung gagasan bahwa mendorong keterlibatan dalam berbagai jenis aktivitas fisik, bersama dengan peningkatan tingkat aktivitas secara keseluruhan, dapat membantu mengurangi risiko kematian dini,” tulis para peneliti dalam laporan mereka.

Para peneliti menjelaskan bahwa melakukan berbagai jenis olahraga memungkinkan lebih banyak bagian tubuh untuk aktif, sehingga memberikan manfaat kesehatan yang lebih menyeluruh. Aktivitas yang tercatat dalam penelitian ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari berenang, bersepeda, berjalan kaki, menaiki tangga, hingga aktivitas fisik sehari-hari seperti memotong rumput.

Ilmuwan nutrisi Yang Hu menjelaskan bahwa orang cenderung memilih jenis olahraga yang berbeda sesuai preferensi dan kondisi kesehatan mereka. Ia menambahkan bahwa menggabungkan beberapa jenis aktivitas fisik dapat memberikan manfaat tambahan dibandingkan hanya melakukan satu jenis olahraga secara rutin.

Menurut sciencealert, selain variasi, jumlah aktivitas fisik secara keseluruhan juga berperan penting dalam meningkatkan harapan hidup, namun, penelitian ini menemukan adanya titik optimal sekitar 20 jam olahraga per minggu. Aktivitas fisik di atas angka tersebut tidak menunjukkan tambahan manfaat signifikan dalam menurunkan risiko kematian.

Meski demikian, para peneliti mencatat adanya keterbatasan dalam studi ini. Aktivitas fisik peserta dilaporkan secara mandiri dan tidak dipantau secara langsung oleh peneliti, selain itu, sebagian besar peserta merupakan tenaga kesehatan dengan latar belakang demografi tertentu, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili populasi umum.

Ahli fisiologi dari Universitas Leicester, Tom Yates, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan tersebut memberikan perspektif baru tentang manfaat olahraga. Ia membandingkan variasi olahraga dengan pola makan, di mana keragaman juga dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik. 

Penelitian ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, menunjukkan bahwa variasi olahraga dapat menjadi strategi efektif untuk menjaga kesehatan jangka panjang dan mengurangi risiko kematian dini. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....