Waspada Nipah, Ahli Ingatkan Deteksi dan Edukasi
- 07 Feb 2026 13:07 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ancaman penyebaran virus Nipah di kawasan Asia menjadi perhatian dunia kesehatan, termasuk di Indonesia. Virus zoonosis ini diketahui dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia melalui cairan tubuh terinfeksi.
Virus Nipah dapat menyebabkan gejala mulai dari demam, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan dan radang otak atau ensefalitis yang berpotensi fatal. Tingkat kematian kasus Nipah dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen tergantung kualitas penanganan medis di wilayah terdampak.
Guru Besar Mikrobiologi Veteriner Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, Prof. Maxs Urias E. Sanam saat wawancara di RRI Kupang, Kamis, 5 Februari 2026 menegaskan pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit zoonosis.
“Virus Nipah adalah contoh penyakit yang berasal dari hewan dan berpotensi menimbulkan wabah jika tidak terdeteksi sejak awal. Kesiapsiagaan lintas sektor menjadi kunci utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi produk pangan yang terkontaminasi, atau kontak erat dengan pasien positif.
“Penguatan sistem surveilans kesehatan hewan dan manusia perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah dengan interaksi tinggi antara manusia dan satwa liar,” tambah Profesor Maxs.
Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menghindari konsumsi makanan mentah yang berisiko terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan setelah kontak dengan hewan sakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....