Paliatif Kanker: Ilmu, Dialog, dan Kualitas Hidup
- 06 Feb 2026 12:38 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Perawatan paliatif kanker merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien yang menghadapi penyakit serius, termasuk kanker. Paliatif tidak berfokus pada penyembuhan penyakit semata, melainkan pada pengelolaan nyeri, pengendalian gejala, serta pemenuhan kebutuhan psikologis, sosial, dan spiritual pasien.
Dokter Kelvin W. Rebo, Pallmed, selaku Ketua Tim Paliatif Kanker RSUD Johannes Kupang, menjelaskan bahwa paliatif adalah ilmu kedokteran yang memiliki dasar ilmiah kuat dan dijalankan secara multidisiplin. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara pada program Obrolan AKAMSI Pro 4 RRI Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut dr. Kelvin, ilmu paliatif memadukan pendekatan medis berbasis bukti dengan komunikasi terapeutik yang berfokus pada kebutuhan pasien secara menyeluruh. Tim paliatif biasanya terdiri dari dokter, perawat, psikolog, pekerja sosial, serta tenaga pendukung lain yang bekerja bersama dalam satu rencana perawatan.
“Paliatif memiliki pendekatan ilmiah yang jelas, mulai dari penatalaksanaan nyeri, pengendalian gejala, hingga dukungan psikologis dan sosial. Semua keputusan diambil berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien,” ujar dr. Kelvin.
Ia menambahkan, salah satu elemen penting dalam perawatan paliatif adalah proses diskusi yang terbuka dan berkelanjutan dengan pasien serta keluarga. Diskusi ini mencakup pemahaman tentang kondisi medis pasien, pilihan penanganan, serta harapan dan nilai hidup yang dianggap penting oleh pasien.
Dalam diskusi paliatif, pasien didorong untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan terkait perawatannya. Sementara itu, keluarga diberikan ruang untuk bertanya, menyampaikan kekhawatiran, dan memahami peran mereka dalam mendampingi pasien.
“Komunikasi menjadi kunci. Kami memastikan pasien dan keluarga memahami kondisi yang dihadapi, sehingga keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan keinginan dan kenyamanan pasien,” kata dr. Kelvin.
Lebih lanjut, dr. Kelvin menegaskan bahwa perawatan paliatif dapat dimulai sejak awal diagnosis dan berjalan bersamaan dengan terapi kuratif seperti kemoterapi atau radioterapi. Pendekatan ini membantu pasien menjalani pengobatan dengan lebih terarah dan manusiawi.
Selain meningkatkan kualitas hidup pasien, pendekatan paliatif juga bertujuan mengurangi beban psikologis keluarga. Dengan informasi dan pendampingan yang memadai, keluarga diharapkan mampu menjadi mitra perawatan yang kuat dan berkelanjutan.
Dr. Kelvin berharap edukasi tentang paliatif semakin diperluas agar masyarakat tidak lagi memandang layanan ini sebagai tanda menyerah terhadap penyakit, melainkan sebagai bentuk perawatan yang menghormati martabat dan pilihan hidup pasien. (TT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....