Vaksin HPV dan IVA Percepat Eliminasi Kanker Serviks

  • 05 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Upaya eliminasi kanker serviks di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus diperkuat melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Kedua langkah ini dinilai efektif dalam menekan angka kejadian kanker leher rahim jika dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

Staf SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, dr. Lambertus Bambang Tokan, M.Biomed, SpOG, menegaskan bahwa pemeriksaan IVA sangat penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis. “Banyak pasien datang ke rumah sakit sudah stadium lanjut. Padahal, jika terdeteksi melalui IVA sejak dini, terapi bisa langsung dilakukan dan mencegah berkembang menjadi kanker,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Menurut dr. Lambertus, apabila hasil pemeriksaan IVA menunjukkan temuan positif, tindakan terapi dapat segera dilakukan dan dilanjutkan dengan pemberian vaksin HPV sebagai upaya perlindungan jangka panjang. “Vaksin HPV adalah pencegahan primer, sementara pemeriksaan IVA merupakan pencegahan sekunder. Keduanya harus berjalan beriringan untuk mempercepat eliminasi kanker serviks,” ujar dr. lambertus.

Ia menjelaskan, vaksin HPV diprioritaskan bagi remaja putri yang belum pernah melakukan hubungan seksual, sebagai perlindungan dari infeksi virus penyebab utama kanker serviks. Pemerintah menargetkan 90 persen remaja putri usia 15 tahun telah mendapatkan vaksin HPV.

Sementara itu, pemeriksaan IVA ditujukan bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan secara rutin setiap tiga tahun karena mampu mendeteksi lesi prakanker secara cepat, murah, dan mudah diakses di puskesmas maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya.

Melalui peningkatan cakupan vaksinasi HPV dan pemeriksaan IVA secara rutin, pemerintah berharap angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mewujudkan target eliminasi kanker serviks pada tahun 2030. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....