Studi Ungkap Pria Berisiko Serangan Jantung Lebih Dini

  • 30 Jan 2026 05:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang: Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria cenderung mengalami serangan jantung lebih awal dibandingkan wanita. Para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan bahwa perbedaan risiko kesehatan jantung antara pria dan wanita mulai terlihat sejak usia sekitar 35 tahun.

Dalam studi tersebut, risiko penyakit jantung pada pria meningkat jauh lebih cepat dibandingkan wanita. Meski demikian, para peneliti belum dapat menjelaskan secara pasti penyebab utama perbedaan tersebut, namun, penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa pria memang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung sejak usia muda.

Menurut thesun, salah satu faktor yang diduga berperan adalah perlindungan hormon estrogen pada wanita sebelum menopause, dimana estrogen diketahui membantu melindungi jantung dan pembuluh darah sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Ketika memasuki masa menopause dan produksi estrogen menurun, perlindungan tersebut berkurang sehingga risiko penyakit jantung dan stroke pada wanita meningkat.

Dr. Alexa Freedman, asisten profesor epidemiologi di Northwestern University, Illinois, mengatakan perbedaan risiko penyakit kardiovaskular berdasarkan jenis kelamin sudah terlihat jelas sejak usia 35 tahun. Hal ini, menurutnya, menegaskan pentingnya memulai penilaian risiko dan strategi pencegahan penyakit jantung sejak usia dewasa muda, khususnya bagi pria.

“Penyakit jantung berkembang selama beberapa dekade, dengan penanda awal yang dapat dideteksi sejak usia dewasa muda. Pemeriksaan lebih dini dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko lebih awal dan mengurangi risiko jangka panjang,” ujar Freedman.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melacak catatan kesehatan lebih dari 5.000 orang dewasa selama lebih dari 30 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa pria mulai mengembangkan penyakit jantung koroner lebih awal dibandingkan wanita, dengan perbedaan signifikan muncul sekitar usia 35 tahun.

Sekitar lima persen pria yang dipantau telah didiagnosis menderita penyakit jantung pada usia 50 tahun. Sementara itu, angka serupa pada wanita baru muncul sekitar tujuh tahun kemudian. Selain itu, terdapat selisih hingga sepuluh tahun antara waktu dua persen pria dan dua persen wanita didiagnosis mengidap penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah jantung akibat penumpukan lemak, merupakan jenis penyakit jantung yang paling umum. Faktor risikonya meliputi tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, kebiasaan merokok, serta kurangnya aktivitas fisik.

Meski perbedaan tekanan darah tinggi sebagian menjelaskan kesenjangan risiko tersebut, para peneliti menyebut tidak ada satu faktor tunggal yang sepenuhnya menjelaskan perbedaan besar antara pria dan wanita. Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh faktor biologis maupun sosial lainnya.

Para ahli menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin, terutama karena penyakit jantung kerap berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Deteksi dan pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko serangan jantung di masa depan. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....