Fakta Penting tentang Tuberkulosis Ginjal
- 28 Jan 2026 13:51 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Tuberkulosis ginjal merupakan salah satu bentuk tuberkulosis ekstra paru yang terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar dari paru-paru ke ginjal melalui aliran darah. Penyakit ini tergolong serius karena sering berkembang perlahan dan kerap tidak disadari pada tahap awal. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen.
Dilansir dari laman Gejala tuberkulosis ginjal pada awalnya sering samar dan mirip dengan infeksi saluran kemih biasa. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri pinggang, sering buang air kecil, urine keruh atau bercampur darah, demam ringan berkepanjangan, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Karena gejalanya tidak khas, banyak penderita baru terdiagnosis saat kondisi sudah cukup berat.
Cara mencegah tuberkulosis ginjal yaitu dengan mengupayakan lingkungan tempat tinggal dan kerja yang memiliki sirkulasi udara memadai, menghindari kontak dekat dengan penderita TBC, mendapatkan vaksinasi TBC, yaitu Bacillus Calmette–Guérin (BCG), menjaga kebersihan pernapasan dengan baik, serta melakukan tes dan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi infeksi sejak dini.
Tuberkulosis ginjal lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan daya tahan tubuh rendah atau memiliki riwayat TB sebelumnya. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan sangat dianjurkan bila keluhan saluran kemih tidak membaik dengan pengobatan biasa. Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes urine, pencitraan ginjal, dan pemeriksaan penunjang lainnya sesuai anjuran tenaga medis.
Mengenali tuberkulosis ginjal sejak dini memberi peluang besar untuk kesembuhan optimal. Dengan pengobatan TB yang teratur dan tuntas, kerusakan ginjal dapat dicegah atau diminimalkan. Kesadaran terhadap gejala awal serta pemeriksaan kesehatan secara tepat menjadi kunci utama dalam melindungi fungsi ginjal dan kualitas hidup penderita. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....