Tips agar bruntusan tidak kembali lagi
- 24 Des 2025 08:50 WIB
- Kupang
KBRN,Rote:Bruntusan sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu karena membuat tekstur wajah terasa kasar dan tidak merata. Kondisi ini biasanya muncul akibat pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, atau sisa produk perawatan. Jika tidak ditangani dengan tepat, bruntusan bisa datang kembali meski sebelumnya sempat membaik.
Langkah pertama agar bruntusan tidak kembali adalah menjaga kebersihan wajah dengan benar. Bersihkan wajah dua kali sehari menggunakan facial wash yang lembut dan sesuai jenis kulit. Hindari mencuci wajah terlalu sering karena justru dapat merusak skin barrier dan memicu produksi minyak berlebih.
Eksfoliasi secara rutin juga penting untuk mencegah penumpukan sel kulit mati penyebab bruntusan. Gunakan eksfoliator ringan, baik chemical exfoliant seperti AHA atau BHA, sebanyak 1–2 kali seminggu. Jangan melakukan eksfoliasi berlebihan karena bisa menyebabkan iritasi dan memperparah kondisi kulit.
Pemilihan produk skincare yang tepat berperan besar dalam mencegah bruntusan datang kembali. Pilih produk yang berlabel non-comedogenic dan bebas alkohol berlebih. Jika kulit sensitif, hindari mencoba terlalu banyak produk baru dalam waktu bersamaan agar kulit tidak “kaget”.
Selain perawatan dari luar, pola hidup sehat juga memengaruhi kondisi kulit. Konsumsi makanan bergizi, perbanyak air putih, serta batasi makanan berminyak dan tinggi gula. Tidur yang cukup dan mengelola stres juga membantu menyeimbangkan hormon yang dapat memicu bruntusan.
Kebersihan benda yang sering menyentuh wajah juga tidak boleh diabaikan. Rutin mengganti sarung bantal, membersihkan kuas makeup, dan menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor dapat mencegah perpindahan bakteri penyebab bruntusan.
Terakhir, bersabarlah dan konsisten dalam merawat kulit. Bruntusan tidak bisa hilang secara instan, namun dengan perawatan yang tepat dan rutin, kulit akan menjadi lebih sehat dan halus. Jika bruntusan terus muncul dan semakin parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....