Penelitian: Melampiaskan Amarah Tingkatkan Emosi Negatif
- 14 Nov 2025 06:54 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Melampiaskan amarah sering dianggap sebagai cara untuk menenangkan diri. Banyak orang percaya bahwa “mengeluarkan” emosi, seperti memecahkan barang, berteriak, atau memukul benda dapat membantu meredakan kemarahan. Namun, sebuah tinjauan metaanalisis yang dirilis pada 2024 menemukan bahwa anggapan itu keliru.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Ohio State University menganalisis 154 studi dengan total 10.189 partisipan dari berbagai usia, budaya, dan latar belakang. Hasilnya menunjukkan bahwa melampiaskan amarah tidak terbukti membantu, bahkan dalam beberapa kasus justru meningkatkan kemarahan.
“Sangat penting untuk mematahkan mitos bahwa jika Anda marah, Anda perlu melampiaskannya. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung teori katarsis,” kata Brad Bushman, penulis senior studi tersebut.
Para peneliti menjelaskan bahwa kemarahan adalah emosi yang terdiri dari dua komponen utama yaitu fisiologis atau tubuh dalam kondisi terangsang atau ‘gairah tinggi’ dan kognitif, atau bagaimana seseorang memaknai situasi yang memicu emosi. Menurut sciencealert, melampiaskan amarah seperti berteriak atau memukul benda, justru meningkatkan rangsangan fisiologis, sehingga memperkuat emosi marah.
Aktivitas fisik seperti berlari atau meninju samsak memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak menurunkan kemarahan saat itu juga. Alih-alih meluapkannya, para peneliti merekomendasikan beberapa aktivitas yang dapat menurunkan tingkat rangsangan tubuh.
Aktivitas yang terbukti menenangkan dan membantu meredakan amarah meliputi pernapasan diafragma, meditasi dan mindfulness, relaksasi otot progresif, yoga aliran lambat, istirahat sejenak dan menghitung sampai 10 dan relaksasi otot progresif bahkan disebut sama efektifnya dengan meditasi dan mindfulness. Menariknya, aktivitas fisik yang bersifat menyenangkan seperti olahraga permainan dapat mengurangi amarah karena memicu relaksasi dan penurunan ketegangan, bukan peningkatan adrenalin.
“Aktivitas yang meningkatkan gairah mungkin baik untuk jantung, tetapi bukan cara terbaik untuk mengurangi amarah. Rasa lega yang muncul saat melampiaskan amarah justru memperkuat agresi,” ucap Bushman.
Para peneliti menyimpulkan bahwa teknik menenangkan, bahkan yang sederhana seperti jeda sejenak, adalah jalan terbaik untuk mengelola emosi sehari-hari. Tidak perlu terapi mahal, banyak teknik relaksasi yang saati ini tersedia lewat aplikasi atau video gratis. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....