Bahaya PMO bagi Kesehatan Mental
- 10 Okt 2025 14:35 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: PMO atau singkatan dari Porn, Masturbation, Orgasme mempunyai dampak negatif untuk Kesehatan terlebih lagi untuk Kesehatan mental jika dilakukan secara berlebihan atau menjadi kebiasaan kompulsif. Berikut beberapa dampak yang disebabkan oleh PMO yang berlebihan.
1. Ketergantungan dan Adiksi
Menonton pornografi dan masturbasi yang berlebihan bisa memicu pelepasan dophamin berlebih di otak. Sehingga bisa disamakan seperti mengkonsumsi zat-zat adiktif.
Dikutip dari artikel berjudul Brain Activity Studi di Cambridge dari cam.ac.uk disitu menyatakan Studi ini menemukan bahwa perilaku seksual kompulsif (termasuk pornografi) memicu aktivitas di beberapa bagian otak (ventral striatum, dorsal anterior cingulate, dan amygdala) yang mirip dengan apa yang terjadi pada pecandu obat/bahan (substance addiction) ketika mereka melihat pemicu kecanduannya.
2. Gangguan Emosi dan Motivasi
Setelah orgasme, kadar dopamin dan energi turun dratis, menyebabkan perasaan menjadi lesu, kehilangan motivasi, mood swing (naik turun emosi), rasa bersalah, malu, atau kecewa pada diri sendiri. Dalam jangka Panjang, hal ini bisa berkembang menjadi anhedonia, yaitu ketidakmampuan merasakan kebahagiaan dari hal-hal sederhana seperti bersosialisasi, bekerja, atau berolahraga.
3. Resiko Depresi dan Kecemasan
Beberapa studi menunjukkan hubungan antara kecanduan pornografi dan kecemasan sosial, depresi ringan hingga berat, kemudian rasa hampa dan rendah diri. PMO yang kompulsif sering kali menjadi bentuk pelarian emosional dari stres atau kesepian, tapi justru memperburuk kondisi mental dalam jangka panjang.
Tips untuk mengatasi PMO
Ada beberapa tips untuk mengatasi PMO yang berlebihan
1. Sadari dan catat kebiasaan – kapan dan kenapa kamu melakukannya.
2. Ganti kebiasaan dengan aktivitas sehat seperti olahraga, meditasi, atau membaca.
3. Kurangi akses ke konten pornografi (gunakan filter, hapus situs, atau aplikasi tertentu).
4. Cari dukungan – teman, komunitas “NoFap”, atau konselor psikolog.
5. Bangun rutinitas produktif – sibukkan diri dengan hal-hal yang membangun jati diri.
Semoga dengan mengetahui dampak dari PMO kita lebih bisa untuk menghindari PMO tersebut dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih positif. (TP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....