Gas Radon di Rumah Picu Kanker Paru-Paru
- 09 Okt 2025 21:25 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Gas radon yang terperangkap di dalam ruangan ternyata berperan besar terhadap risiko kanker paru-paru. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan gas radioaktif ini menyumbang 3 hingga 14 persen dari seluruh kasus kanker paru-paru di dunia.
Menariknya, sebuah studi dari University of Calgary, Kanada, menemukan bahwa kuku kaki seseorang dapat mengungkap riwayat paparan jangka panjang terhadap gas berbahaya ini. Menurut sciencealert, radon adalah gas alami yang tidak berwarna dan tidak berbau, terbentuk dari peluruhan uranium di tanah.
Gas ini menjadi penyebab utama kanker paru-paru kedua setelah rokok. Namun, banyak orang, termasuk non-perokok dan mantan perokok, tidak mengetahui bahwa mereka telah terpapar radon dalam waktu lama.
Tim ilmuwan yang dipimpin oleh ahli biokimia Aaron Goodarzi dan fisikawan Michael Wieser menunjukkan bahwa kliping kuku kaki dapat berfungsi sebagai indikator biologis yang akurat untuk mengukur paparan radon jangka panjang. “Setelah Anda menghirup radon, gas itu berubah menjadi timbal radioaktif yang disimpan tubuh di jaringan seperti kulit, rambut, dan kuku,” kata Goodarzi.
“Kami membuktikan bahwa isotop timbal pada kuku kaki bisa digunakan untuk mengukur paparan radon seumur hidup,” ujar Wieser. Dalam penelitian awal mereka, isotop timbal radioaktif (210Pb) terdeteksi pada 71 persen dari 55 sampel kuku kaki yang diuji.
Orang yang tinggal di rumah dengan kadar radon tinggi selama lebih dari dua dekade memiliki kandungan isotop 210Pb hampir empat kali lebih banyak dibandingkan mereka yang hidup di lingkungan dengan paparan rendah. Menariknya, jejak radon tersebut masih bisa ditemukan hingga enam tahun setelah seseorang memperbaiki rumahnya untuk mengurangi kadar gas tersebut.
Radon biasanya menumpuk di ruangan dengan ventilasi buruk, terutama di daerah dingin atau wilayah yang kaya uranium. Gas ini dapat masuk ke rumah melalui retakan di lantai, fondasi, atau air tanah, dan bahkan dilepaskan dari bahan bangunan tertentu.
Peneliti kini tengah melakukan uji coba skala besar dengan melibatkan 10.000 warga Kanada untuk menguji rumah mereka dan mengirim sampel kuku kaki.
“Temuan ini dapat membantu mengenali kelompok pasien yang selama ini terabaikan, mereka yang terkena kanker paru-paru bukan karena rokok, agar bisa mendapat skrining dini yang menyelamatkan nyawa,” tutur Goodarzi. Penemuan ini membuka peluang baru dalam deteksi dini kanker paru-paru dan pemetaan risiko kesehatan lingkungan, sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa bahaya radon bisa tersembunyi di rumah sendiri. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....