Sunat Laser: Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

  • 02 Apr 2025 22:47 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Banyak orang mengira sunat laser menggunakan sinar laser seperti dalam film fiksi ilmiah. Faktanya, metode ini sebenarnya menggunakan alat elektrokauter.

Elektrokauter bekerja dengan cara memanaskan besi hingga suhu 100–1.200 derajat Celsius. Besi yang berpijar merah tersebut digunakan untuk memotong kulup penis. Panas tinggi dari alat ini membantu mengurangi perdarahan dan mempercepat penyembuhan luka.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Wound Care, metode ini lebih aman dibandingkan teknik tradisional karena dapat mengontrol perdarahan dengan lebih baik serta memberikan hasil estetika yang lebih baik.

Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara metode elektrokauter dan laser CO₂. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah National Library of Medicine (NLM), tahun 2023, laser CO₂ dapat mempercepat proses sunat serta mengurangi iritasi luka dibandingkan teknik bedah konvensional. Namun, metode elektrokauter lebih umum digunakan karena lebih praktis dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Metode sunat ini dianggap lebih modern dibandingkan teknik tradisional yang menggunakan pisau, gunting, atau metode budaya tertentu. Sunat dengan elektrokauter juga lebih aman dan nyaman karena risiko infeksi lebih rendah serta waktu pemulihan lebih cepat.

Meski demikian, tetap ada risiko komplikasi seperti infeksi, perdarahan, atau hasil estetika yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami manfaat dan risikonya sebelum memilih metode sunat yang sesuai. Mengutip dari Stanford Medicine, pemilihan metode sunat yang tepat dan dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dapat mengurangi risiko komplikasi.

Dengan informasi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih metode sunat yang aman dan sesuai dengan kebutuhan medis. (NLL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....