Persoalan Sampah Plastik Berbahan Kimia Menjadi Persoalan Serius

  • 14 Jan 2025 13:59 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai di dalam tanah. Sementara sampah plastik sangat mudah kita temukan sehari-hari sehingga tidak baik untuk lingkungan karena sampah plastic tidak mudah terurai.

Kadiv Konservasi Lingkungan Hidup Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Emelia Soliwoa mengatakan, sampah Plastik membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terurai secara sempurna. sehingga bisa dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. “Kalau air yang tercemar ini menyebabkan makluk-makluk yang hidup di air itu bisa mati karena tercemar air itu, sehingga masyarakat di harapkan dapat mengurangi penggunaan plastic di rumah tangga,” kata Emelia Soliwoa, Selasa (14/1/2025).

Pengolahan sampah plastik diakui, Kadis Konservasi Lingkungan Hidup Undana Kupang Emelia Soliwoa harus dilakukan dengan baik dan tepat agar tidak mencemari lingkungan. Namun hingga saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui cara mengolah sampah plastik yang baik dan benar.

“Tercemarnya air oleh limbah plastic yang menyebabkan sejumlah ternak milik masyarakat mati akibat pencemaran ini bisa berdampak pada menurunya ekonomi masyarakat. Begitupun dengan ekosistem tanah juga bisa mengakibatkan tanaman masyarakat tidak subur lagi karena dampak dari limbah sampah plastic itu,” ucapnya.

Sampah plastik adalah barang bekas atau tidak terpakai yang terbuat dari bahan kimia seperti minyak, gas alam, dan batu bara. Sampah plastik dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti kemasan, kantong sampah, mainan, dan pipa.

Sampah Plastik yang terkubur di tanah dapat mengganggu aliran air dan udara, sehingga mengurangi kesuburan tanah dan produktivitas pertanian petani. (anna)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....