Dampak Kekurangan Zat Besi bagi Kesehatan Tubuh
- 28 Okt 2024 10:27 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Tubuh memerlukan zat besi untuk membuat hemoglobin, protein yang sangat diperlukan sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi menimbulkan dampak yang luar biasa pada tubuh, karena jika jumlahnya sedikit berarti organ, otot dan jaringan tubuh tidak dapat menerima cukup oksigen untuk berfungsi dengan kekuatan penuh.
Menurut nationalgeographic lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia menderita kekurangan zat besi, diantaranya pria dan wanita segala usia, termasuk wanita hamil yang terkena dampaknya secara tidak proporsional. Tanpa pengobatan, kekurangan zat besi dapat dengan mudah berubah menjadi anemia atau kekurangan sel darah merah.
Meski tubuh menyerap cukup zat besi dari makanan yang dimakan, namun ini tidaklah mencukupi kebutuhan zat besi bagi sebagian orang. Kurang zat besi dapat memperburuk penyakit kronis lain seperti ginjal atau hati serta menghambat pemulihan dari infeksi dan cedera.
Sampai masa pubertas, pria dan wanita biasanya direkomendasikan asupan zat besi harian yang sama yaitu 7 hingga 10 mg. Namun antara rentang usia 19 dan 50 tahun, wanita membutuhkan sebanyak 18 mg zat besi, dan menjadi 27 mg saat hami dan turun menjadi 9 mg saat menyusui, sementara untuk pria, hanya dibutuhkan antara 8 hingga 11 mg zat besi sepanjang hidupnya.
Anemia defisiensi besi biasanya terjadi secara bertahap, namun wanita mungkin mengalaminya lebih sering dibanding pria karena kondisi yang memburuk seiring siklus menstruasi yang menguras simpanan zat besi yang sudah terbatas. Anemia juga dapat membuat kehamiilan lebih berbahaya, karena cadangan zat besi yang berlebihan berdampak pada kelangsungan hidup ibu dan anak.
Bagi mereka yang mengalami gejala ringan anemia defisiensi besi, pengobatan menjadi proses yang jauh lebih mudah dengan mengonsumsi suplemen zat besi atau menerapkan pola makan kaya zat besi. Makanan yang merupakan sumber zat besi, diantaranya adalah daging merah, jeroan, kerang, tahu dan tempe, kacang-kacangan, bayam dan dark chocolate. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....