IQ Indonesia di Urutan Buncit, Peringkat 130 Dunia

  • 01 Jul 2024 17:14 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Menurut World Population Review rata-rata tingkat kecerdasan (IQ) orang Indonesia berada pada urutan 130 di tahun 2022 dari sekitar 199 negara di dunia, mengindikasikan peluang besar untuk kemajuan dan inovasi dalam sistem pendidikan bangsa.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, melansir dari laman Kompas, mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri atau berkecil hati dengan skor IQ 78 tersebut, tetapi melihatnya sebagai kesempatan untuk terus berusaha dan meningkatkan kualitas diri.

Kekurangan gizi dan stunting pada anak bagaikan bom waktu yang menghambat perkembangan otak dan kecerdasan mereka. Akibatnya, hal ini berdampak negatif pada kemampuan intelektual anak.

"Stunting membawa dampak tidak cerdas, pertumbuhan otak mengalami defisit, sehingga kemampuan intelektualnya tidak optimal. Kita boleh bersedih, tetapi tidak perlu minder ketika IQ masih di 78 dengan urutan ke-130," kata Hasto saat sambutan di peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (29/6/2024).

Menurutnya saat ini, evaluasi kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak hanya mempertimbangkan human development index tetapi juga human capital index sebagai indikator penting. Ia mengakui peringkat human capital index Indonesia masih relatif rendah dan menunjukkan perlunya upaya yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas SDM secara keseluruhan.

Dia berpendapat bahwa mayoritas penduduk Indonesia masih cenderung mendominasi dalam pekerjaan low skill atau pekerjaan fisik yang membutuhkan tenaga ekstra.

"Intelectual skill kita ada high skill, low skill, medium skill. Kalau high skill kita peringkatnya rendah. Tapi kalau medium skill karena kita kalau menjadi pembantu rumah tangga ya kita bisa lah. Jadi tenaga kasar kita bisa” pungkasnya.

Dengan demikian pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting guna meningkatkan tingkat kecerdasan (IQ) di Indonesia serta mengejar ketertinggalan yang ada.

"Sehingga kita bergegas mengejar angka-angka tersebut. Semua ini berhubungan dengan stunting. Oleh karena itu kita mempercepat penurunan stunting, semua tim bergerak dengan baik" ucapnya.

Ini adalah panggilan yang mengharukan bagi semua masyarakat untuk mengubah nasib, mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 dengan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, demi mengatasi tantangan kecerdasan di negara kita yang masih tertinggal di peringkat dunia. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....