Kebiasaan Snooze Alarm Bantu Tingkatkan Fungsi Kognitif
- 17 Jun 2024 00:12 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang : Apakah Anda adalah orang yang memiliki jam kerja pagi yang mengharuskan Anda untuk berangkat lebih awal? Jika iya, tentunya Anda membutuhkan alarm untuk membantu Anda terjaga dan dapat bangun lebih pagi.
Namun ada satu kebiasaan yang sering dilakukan, adalah saat alarm tersebut berbunyi, Anda dengan cepat menekan tombol “snooze” atau “tunda” selama beberapa menit, sebelum Anda benar-benar beranjak bangun. Dengan menekan “tunda” pada alarm yang berbunyi, membuat Anda mendapatkan beberapa menit tambahan untuk tertidur sebentar.
Kebiasaan ini ternyata dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, demikian hasil penelitian terbaru. Dilansir dari Live Science, menunda waktu bangun ketika alarm berbunyi, bermanfaat meningkatkan kinerja kognitif otak saat pertama kali kita terbangun.
Berdasarkan penelitian dari Journal of Sleep Research melalui survei pada lebih dari 1.700 orang di seluruh dunia, sebanyak 69 persen peserta mengatakan menekan tombol “snooze” atau menyetel alarm untuk membantu mereka bangun lebih pagi. Dari riset tersebut, 31 orang yang melakukan “snooze” pada alarm, merasakan bahwa kinerja otak mereka jauh lebih baik saat melakukan tugas segera setelah mereka terbangun.
Hal ini dibuktikan melalui sebuah tes kognitif yang dilakukan setelah mereka terbangun dari tidur. Tes ini mencakup soal aritmatika dasar, dan keharusan menghafal daftar kata dan mengenalinya di antara daftar kata-kata baru.
Ketika para peserta dibiarkan tidur sebentar, dengan menekan tombol “snooze”, peserta tidak langsung terbangun secara tiba-tiba dari tidur yang lelap, tetapi mengalami fase lambat dibandingkan mereka yang harus segera bangun. Bangun dengan fase lambat ini dapat menyebabkan inersia tidur, atau perasaan tidak nyaman yang dirasakan saat tubuh bertransisi dari tidur ke bangun.
Walau demikian, penelitian ini masih terbatas karena hanya dilakukan pada eksperimen kecil dan kebiasaan tidur masing-masing peserta. Namun, para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya mengenai kebiasaan tidur seseorang, baik yang terbangun karena alarm, ataupun tidak. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....