Waspadai Penipuan Digital Berbasis AI
- 07 Okt 2026 12:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat modus penipuan digital semakin sulit dikenali. Pelaku kini dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat pesan, suara, gambar, hingga video yang tampak meyakinkan demi mendapatkan kepercayaan korban.
Pelaku penipuan dapat menyamar sebagai lembaga resmi, kerabat, hingga tokoh publik dengan menggunakan komunikasi yang dibuat seolah-olah bersifat personal. Modus tersebut biasanya disertai permintaan untuk segera mengambil tindakan dengan alasan darurat, seperti masalah rekening atau kebutuhan pembayaran.
Masyarakat perlu waspada apabila menerima pesan yang mendorong untuk bertindak terburu-buru. Tekanan waktu dapat menjadi salah satu cara pelaku mengurangi kesempatan korban untuk memeriksa kebenaran informasi.
Untuk melakukan verifikasi, masyarakat disarankan tidak menggunakan nomor telepon maupun tautan yang tercantum dalam pesan mencurigakan. Sebaiknya, cari sendiri kontak resmi lembaga atau pihak yang bersangkutan dan lakukan konfirmasi melalui saluran yang sudah diketahui kebenarannya.
Penipuan berbasis AI juga dapat memanfaatkan suara dan wajah buatan yang menyerupai orang lain. Meski semakin canggih, hasil manipulasi tersebut terkadang masih menunjukkan kejanggalan sehingga masyarakat perlu menunda keputusan apabila panggilan suara atau video terasa tidak wajar.
Selain itu, masyarakat perlu berhati-hati jika diminta melakukan pembayaran secara mendesak melalui transfer bank, dompet digital, aset kripto, maupun kartu hadiah. Tautan dari pengirim yang tidak dikenal juga sebaiknya tidak diklik sebelum sumber dan tujuan tautan dipastikan aman.
Kewaspadaan menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi perkembangan modus penipuan digital berbasis AI. Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa informasi melalui sumber resmi dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pesan, suara, atau video yang terlihat meyakinkan. (RD)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....