Konselor Ingatkan Bahaya Kecanduan Sering Curhat ke AI
- 05 Okt 2026 07:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketergantungan berlebihan dalam mengandalkan platform kecerdasan buatan untuk mencurahkan persoalan pribadi berisiko memicu dampak kecanduan emosional. Konselor Pembina Yayasan Setitik Cahaya Gens, Boni Haning, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan AI sebagai satu-satunya penopang kesehatan mental.
"Jadi resikonya salah satu jadi kecanduan, apa-apa akhirnya kita harus bertanya tanpa akhirnya kita berpikir. Padahal belum tentu itu benar dan belum tentu itu saran yang baik untuk dapat kita ambil," ucap Boni Haning.
Boni menjelaskan bahwa meskipun respons AI dirancang seolah-olah memiliki empati, petunjuk yang diberikan belum tentu tepat secara klinis. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bersikap kritis dan tidak menelan secara mentah-mentah semua jawaban dari mesin cerdas tersebut.
Fenomena maraknya remaja yang beralih mencurahkan isi hati kepada AI kerap dipicu oleh minimnya ruang aman di dalam lingkungan keluarga. Banyak anak muda merasa cemas dan takut dihakimi ketika mencoba menyampaikan keluh kesah mereka kepada orang tua.
"Seseorang akan mencari sesuatu dari luar kalau di dalam tidak dapat. Sama kayak mental waktu dia tidak dikasih makan di dalam rumah, perhatian, apresiasi, dan didengarkan, akhirnya dia mencari keluar," lanjutnya.
Untuk mencegah penumpukan beban psikologis yang kian membahayakan, masyarakat didorong untuk membagikan keluh kesah mereka kepada tenaga profesional. Konselor terikat oleh sumpah jabatan dan kode etik ketat yang menjamin seluruh rahasia pribadi klien tetap terjaga dengan aman.
"Jangan disimpan sendiri, emosi itu kayak energi dia tidak akan ke mana-mana begitu. Dan dia bahkan akan memberikan infeksi lebih dalam," ujar Boni Haning.
Sesi konseling profesional tidak sekadar mendengarkan curahan hati, melainkan membimbing klien melalui teknik dan pertanyaan terarah. Pendekatan khusus tersebut bertujuan agar setiap individu dapat kembali pulih dan menemukan kemampuan untuk mandiri menyelesaikan masalahnya. (ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....