Samsung Siap Luncurkan Kacamata AI pada November, Andalkan Gemini dan Kamera AI

  • 02 Okt 2026 10:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang— Samsung semakin dekat membawa perangkat kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) ke pasar. Perusahaan asal Korea Selatan itu dikabarkan akan meluncurkan Intelligent Eyewear pada November 2026, meski harga perangkat tersebut hingga kini belum diumumkan.

Menurut digitaltrends, kacamata pintar Samsung pertama kali diperlihatkan dalam ajang Google I/O pada Mei, ketika Google memperkenalkan platform Android XR sekaligus mengumumkan kolaborasinya dengan Samsung, Qualcomm, Gentle Monster, dan Warby Parker. Samsung kemudian memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perangkat tersebut dalam acara Galaxy Unpacked pada Juli.

Berbeda dari perangkat augmented reality (AR) yang menggunakan layar terintegrasi, generasi pertama kacamata pintar Samsung tidak dilengkapi layar. Perangkat ini mengandalkan kamera dan mikrofon untuk menangkap lingkungan sekitar.

Pemrosesan AI dilakukan melalui Gemini yang terhubung dengan ponsel Galaxy, sementara jawaban atau informasi dari AI disampaikan melalui speaker yang terdapat di dalam bingkai kacamata. Gemini nantinya dapat digunakan untuk berbagai fungsi, termasuk menjawab pertanyaan berdasarkan objek yang sedang dilihat pengguna, memberikan bantuan navigasi, menerjemahkan percakapan, merangkum pesan, hingga membantu pengguna saat melakukan panggilan.

Konsep tersebut membuat Samsung mengikuti pendekatan yang sebelumnya digunakan pada kacamata pintar Meta yang juga mengutamakan kamera, mikrofon, speaker, dan asisten AI tanpa membutuhkan layar. Samsung juga bekerja sama dengan merek kacamata seperti Gentle Monster dan Warby Parker untuk menghadirkan pilihan desain yang lebih menyerupai kacamata biasa.

Perusahaan menyebut kacamata pintarnya memiliki bobot lebih ringan dibandingkan banyak produk kacamata AI yang sudah beredar. Laporan dari Korea bahkan menyebut perangkat Samsung berpotensi memiliki bobot hingga sekitar 5 gram lebih ringan dibandingkan Ray-Ban Meta versi dasar yang berbobot sekitar 51 gram.

Jika angka tersebut benar, bobot kacamata Samsung dapat berada di kisaran 46 gram. Namun, angka final dan spesifikasi lengkap perangkat masih menunggu pengumuman resmi Samsung.

Meski menawarkan berbagai fungsi AI, keberadaan kamera pada kacamata pintar tetap menjadi persoalan yang sensitif. Perangkat yang dapat merekam lingkungan sekitar dari sudut pandang pengguna berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi orang lain yang berada di dekatnya.

Kekhawatiran tersebut tercermin dari popularitas sebuah aplikasi iPhone yang dirancang untuk memperingatkan pengguna ketika kemungkinan ada kacamata pintar berkamera di sekitar mereka. Aplikasi tersebut sempat menempati posisi ketiga dalam daftar aplikasi berbayar teratas di App Store Amerika Serikat.

Survei YouGov juga menunjukkan bahwa 54 persen warga Amerika menganggap tindakan merekam dan membagikan rekaman orang asing di tempat umum tanpa persetujuan sebagai sesuatu yang biasanya atau selalu tidak dapat diterima. Salah satunya adalah lampu LED eksternal yang memberi tanda ketika kamera sedang aktif.

Kamera juga dapat berhenti bekerja ketika lensa terhalang. Selain itu, sistem deteksi pemakaian dapat menonaktifkan kamera ketika kacamata dilepas dari wajah pengguna.

Persoalan privasi kamera juga mendorong produsen lain mengeksplorasi pendekatan berbeda. Meta, misalnya, telah memperkenalkan Ray-Ban Meta Audio yang menghilangkan kamera tetapi tetap mempertahankan sejumlah fungsi seperti audio, panggilan, dan asisten AI.

Di sisi lain, Samsung masih mempertahankan kamera sebagai bagian penting dari pengalaman Intelligent Eyewear. Pendekatan ini memungkinkan AI memahami apa yang sedang dilihat pengguna dan memberikan respons berdasarkan konteks visual.

Samsung bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi tantangan privasi dalam pengembangan kacamata pintar. Apple juga dilaporkan menghabiskan waktu lebih lama dalam pengembangan kacamata pintarnya, salah satunya berkaitan dengan persoalan privasi.

Dengan rencana peluncuran pada November, Intelligent Eyewear akan menjadi langkah penting Samsung dalam persaingan perangkat wearable berbasis AI. Namun, selain kemampuan AI dan desain, penerimaan konsumen terhadap perangkat berkamera akan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....