HP Baru Harus Dicas Dulu sebelum Bisa Dipakai? Ini Penjelasannya

  • 21 Sep 2026 12:13 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kebiasaan mengisi daya (charge) smartphone baru selama beberapa jam sebelum digunakan pertama kali sudah menjadi tradisi yang melekat di kalangan masyarakat. Kebanyakan pengguna percaya bahwa tindakan ini wajib dilakukan untuk menjaga performa baterai agar tetap awet dan tidak cepat rusak. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi perangkat seluler saat ini, aturan lama tersebut kini mulai dipertanyakan efektivitasnya.

Mitos mengenai keharusan mengisi daya baterai selama 6 hingga 8 jam sebelum ponsel dinyalakan sebenarnya berasal dari era teknologi baterai lama berbasis Nickel-Cadmium (NiCd) atau Nickel-Metal Hydride (NiMH). Baterai jenis lawas tersebut memiliki sifat yang dikenal sebagai memory effect, di mana daya tampung maksimal baterai harus "dikalibrasi" saat pertama kali digunakan. Jika tidak mengisi daya hingga penuh pada penggunaan awal, kapasitas baterai jenis ini berisiko menyusut secara permanen.

Namun, teknologi pada smartphone modern saat ini telah beralih menggunakan baterai berbasis Lithium-Ion (Li-Ion) atau Lithium-Polymer (Li-Po). Sifat memory effect yang ada pada baterai generasi lama sudah tidak ditemukan lagi pada jenis baterai lithium ini. Oleh karena itu, aturan mengisi daya berjam-jam saat membuka dus smartphone baru dipastikan sudah tidak lagi relevan untuk perangkat zaman sekarang.

Selain perubahan komponen sel baterai, smartphone keluaran terbaru juga telah dibekali dengan sirkuit perlindungan pintar (Power Management IC). Sistem microchip ini bertugas menghentikan alir daya secara otomatis (auto cut-off) ketika daya baterai sudah menyentuh angka 100 persen. Dengan adanya fitur keamanan ini, membiarkan pengisi daya terus terhubung pada HP baru yang baterainya sudah penuh tidak akan memberikan dampak tambahan apa pun pada kapasitas baterai.

Pihak produsen smartphone biasanya sudah mengisi daya baterai sekitar 40 hingga 60 persen saat ponsel keluar dari pabrik. Persentase tersebut merupakan batas aman penyimpanan (storage voltage) yang ideal agar sel baterai lithium tidak terdegradasi selama masa pengiriman dan penyimpanan di toko. Pengguna sebenarnya bisa langsung memakai smartphone baru tersebut begitu dikeluarkan dari dalam dus tanpa perlu melakukan pengisian daya terlebih dahulu.

Kesimpulannya, anggapan bahwa HP baru wajib dicas berjam-jam sebelum digunakan adalah mitos yang sudah ketinggalan zaman. Pengguna baru cukup mengisi daya saat baterai bawaan ponsel sudah mulai menipis dan mencabutnya ketika daya telah terisi cukup. Hal yang paling utama untuk menjaga kesehatan baterai modern adalah menghindari kebiasaan menggunakan ponsel hingga daya benar-benar habis 0 persen serta menggunakan pengisian daya (charger) yang resmi. (RN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....