Maria Rossi: Radio Tak Tergantikan di Era Gempuran Media Sosial
- 14 Sep 2026 10:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan media sosial membuat informasi semakin cepat diterima masyarakat, sekaligus meningkatkan ancaman disinformasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, radio dinilai tetap memiliki peran penting sebagai media penyeimbang dan sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.
Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Kupang, Maria Via Dolorosa Pabha Swan, kepada RRI Kupang pada Jumat, 11 September 2026 mengatakan kekuatan radio tidak hanya terletak pada kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga kedekatan dengan pendengarnya.
Menurutnya, radio memiliki karakter komunikasi yang personal sehingga mampu menghadirkan suasana seolah pendengar sedang berbincang langsung bersama seorang teman.
"Radio ini kalau misalnya kita bilang dia kan sebenarnya person to person. Anda ketika mendengarkan radio, seolah temanmu lagi ngobrol, temanmu lagi kasih tahu informasi. Dia hangat, dekat," ujar Maria.
Maria menilai pendekatan personal tersebut menjadi keunggulan radio yang sulit sepenuhnya digantikan media sosial, terutama ketika masyarakat membutuhkan informasi yang tidak hanya cepat tetapi juga dapat dipercaya.
Selain kedekatan dengan pendengar, radio memiliki kekuatan melalui proses jurnalistik yang mengharuskan setiap informasi melewati tahapan verifikasi sebelum disampaikan kepada publik.
"Memang radio itu kan pasti ada proses, karena dia adalah produk jurnalistik. Berbanding terbalik dengan yang sering di-share media sosial ini, mereka tidak melalui tahapan-tahapan verifikasi, tahapan proses-proses jurnalistik yang wajib dilakukan," katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi semakin penting di tengah berkembangnya teknologi AI yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan maupun merekayasa informasi secara cepat.
Mafindo pun mendorong masyarakat agar tidak menjadikan unggahan viral di media sosial sebagai satu-satunya rujukan ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.
Maria mengingatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan melalui media terpercaya, termasuk radio dan portal berita resmi, sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi.
"Di tengah tsunami informasi melalui internet, saya mempercayai bahwa radio ini dia hadir untuk menyeimbangkan informasi. Ketika masyarakat menemukan hoaks atau informasi tidak jelas, salah satu langkah memverifikasi adalah memastikan apakah informasi itu juga ada di radio," ujar Maria, mengakhiri. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....