Kelas Robotik Gratis, Wujud Komitmen Filosi Bangun Ekosistem Teknologi NTT
- 07 Sep 2026 23:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Puluhan anak dan generasi muda di Kota Kupang mendapat kesempatan langka untuk mengenal dunia robotika secara langsung. Bukan sekadar melihat robot dari layar atau buku, mereka diajak merakit dan menguji robot sendiri dalam Kelas Robotik Gratis Pertama di NTT yang digelar Logosi Institute.
Program yang merupakan bagian dari komitmen PT Filosi Exider Inovasi dalam membangun ekosistem teknologi di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berlangsung selama dua hari, 4–5 September 2026, di Lantai 3 Aula Filosi, Kupang. Sekitar 50 peserta mengikuti batch pertama.
Menariknya, peserta tidak dibatasi berdasarkan usia maupun jenjang pendidikan. Mulai dari siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa hingga masyarakat umum turut ambil bagian.
Kelas berlangsung dalam dua sesi setiap hari, yakni pukul 13.00–15.00 WITA dan 16.00–18.00 WITA. Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam praktik.
Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar robotika, mulai dari pengertian dan ciri-ciri robot, tiga alur kerja robot, hingga berbagai contoh penerapan robot dalam kehidupan sehari-hari. Keseruan semakin terasa pada hari kedua.
| Baca juga: Pustakawan Jadi Garda Depan Lawan Hoaks |
Peserta ditantang merakit robot palang pintu otomatis dengan memanfaatkan sensor ultrasonik, Arduino, dan servo. Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi kali pertama mereka menyentuh langsung komponen robotika dan melihat bagaimana sebuah sistem sederhana dapat bekerja secara otomatis.
Direktur Utama PT Filosi Exider Inovasi sekaligus Founder Logosi Institute, Erwin Alexander, mengatakan kelas robotik gratis tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membuka akses pembelajaran teknologi seluas-luasnya bagi masyarakat NTT. Menurut Erwin, teknologi tidak boleh hanya menjadi sesuatu yang digunakan masyarakat.
Generasi muda juga harus didorong untuk memahami bagaimana teknologi bekerja, kemudian menciptakan dan mengembangkannya. “Kelas robotik ini kami buka untuk umum karena kami ingin semakin banyak anak muda dan masyarakat NTT memiliki kesempatan untuk mengenal teknologi sejak dini. Kami berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai belajar memahami, membuat, dan mengembangkan teknologi,” ujar Erwin.
Ia menilai perkembangan robotika dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat membuat penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda. “Harapannya, anak-anak muda di NTT semakin berani belajar teknologi, berani mencoba, dan berani menciptakan inovasi. Kita ingin melihat lebih banyak talenta lokal yang nantinya mampu menghasilkan karya dan solusi teknologi untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.
Semangat tersebut menjadi salah satu alasan Logosi Institute memilih format kelas yang terbuka dan gratis. Harapannya, keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak NTT untuk mulai mengenal teknologi.
Antusiasme masyarakat ternyata jauh melampaui kapasitas batch pertama.
Co-Founder sekaligus Manager Logosi Institute, Virginia Rosa Da Silva, mengatakan terdapat ratusan orang yang mendaftar.
Bahkan, pendaftar tidak hanya berasal dari Kota Kupang, tetapi juga dari luar daerah. Karena keterbatasan kuota, peserta yang belum mendapatkan kesempatan pada batch pertama akan diarahkan untuk mengikuti program berikutnya.
Menurut Virginia, tingginya minat tersebut menjadi sinyal positif bahwa masyarakat NTT memiliki ketertarikan besar terhadap pendidikan teknologi. “ Ini adalah tanda bahwa masa depan NTT sangat cerah, di mana generasi mudanya siap mengambil bagian dalam masa depan teknologi untuk memajukan NTT dan Indonesia di kancah persaingan global,” ungkap Virginia.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satunya Andre Wielawa, siswa kelas 7 SMPN 20 Kota Kupang.
Andre bahkan datang ke kelas robotik setelah pulang sekolah. “Saya senang sekali ikut kelas robotik gratis selama dua hari ini. Sepulang sekolah langsung datang ke sini untuk belajar dengan teman-teman lain. Saya mendapat pengalaman dan teman-teman baru. Semoga saya bisa mengikuti kelas-kelas berikutnya yang diadakan oleh Logosi,” ujar Andre.
Semangat peserta juga membuat penyelenggara semakin yakin bahwa program pendidikan teknologi seperti ini perlu terus dikembangkan. Admin Logosi Institute, Trisantari Konga Wandal, mengaku senang melihat rasa ingin tahu peserta yang begitu tinggi.
Menurut Trisantari, ada peserta yang bahkan langsung datang setelah pulang sekolah tanpa sempat beristirahat. Program tersebut juga mendapat apresiasi dari orang tua peserta.
Petrus Pedro Baga, S.T., M.T., salah satu orang tua peserta, menilai pengenalan robotika sejak usia dini dapat menjadi bekal penting bagi anak menghadapi perkembangan teknologi. “Terima kasih Logosi sudah menyelenggarakan kursus robotik gratis. Kursus ini memperkenalkan dunia robotik sejak dini, khususnya bagi anak usia 7 tahun. Anak sangat senang dan bersemangat mengikuti kursus. Semoga program ini terus berlanjut dan dapat mendorong perkembangan robotik di NTT,” ungkap Petrus.

Bagi PT Filosi Exider Inovasi, kelas robotik tersebut bukan sekadar kegiatan kursus dua hari. Program itu menjadi bagian dari visi yang lebih besar untuk membangun ekosistem pendidikan dan teknologi di NTT, dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar, bereksperimen, dan menciptakan inovasi.
Melalui Logosi Institute, Filosi ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya hadir sebagai produk yang dikonsumsi masyarakat NTT, tetapi juga menjadi bidang yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh talenta lokal. Tingginya jumlah pendaftar menjadi alasan program tersebut akan dilanjutkan ke batch berikutnya.
Dengan semakin terbukanya akses pembelajaran robotika, diharapkan akan lahir lebih banyak anak muda NTT yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan solusi teknologi bagi daerahnya sendiri. Sebab, masa depan teknologi NTT tidak harus selalu datang dari luar.
Bisa jadi, inovasi berikutnya justru lahir dari tangan anak-anak yang hari ini sedang belajar merakit robot di sebuah ruang kelas di Kupang. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....