Microsoft Perluas Aktivasi Integritas Memori di Windows 11 Mulai Oktober

  • 07 Sep 2026 14:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Microsoft mulai memperluas aktivasi fitur keamanan Integritas Memori atau Memory Integrity pada lebih banyak perangkat yang menggunakan Windows 11. Menurut digialtrends, fitur tersebut akan mulai diaktifkan secara otomatis melalui pembaruan kualitas Windows mulai Oktober 2026.

Integritas Memori merupakan fitur keamanan yang dirancang untuk melindungi sistem dari kode dan driver berbahaya. Fitur ini dikenal juga sebagai Hypervisor-Protected Code Integrity atau HVCI.

Microsoft menggunakan teknologi Virtualization-Based Security untuk membantu mencegah kode berbahaya atau tidak tepercaya mengakses bagian penting dari sistem operasi. Namun, fitur tersebut dapat berdampak terhadap kinerja komputer, termasuk saat digunakan untuk bermain gim.

Sebelumnya Microsoft telah mengakui adanya kemungkinan penurunan performa gim pada sejumlah perangkat. Pada 2022, Microsoft juga memberikan panduan kepada pengguna mengenai cara menonaktifkan sementara Integritas Memori dan Virtual Machine Platform jika keduanya menyebabkan masalah.

Hasil pengujian pada sejumlah gim menunjukkan dampak yang relatif kecil. Pengujian menggunakan prosesor Intel Core i5-13600K dan kartu grafis RTX 3060 Ti pada resolusi 1080p menunjukkan peningkatan performa kurang dari tiga persen pada sebagian besar gim setelah fitur keamanan dinonaktifkan.

Beberapa gim menunjukkan peningkatan yang lebih besar. Assassin's Creed Valhalla mengalami peningkatan sekitar 4,5 persen, sedangkan Gears Tactics sekitar 4,6 persen. Sementara itu, Uncharted: Legacy of Thieves meningkat sekitar 2,8 persen dan Far Cry 6 sekitar 1,8 persen. Perubahan pada Shadow of the Tomb Raider dan Cyberpunk 2077 hampir tidak terlihat.

Meski demikian, pengujian pada perangkat keras lain menunjukkan dampak yang lebih besar. Penurunan performa dalam kondisi tertentu dilaporkan dapat mendekati 15 persen.

Microsoft menyebut komputer dengan prosesor lama dan perangkat yang tidak memiliki dukungan virtualisasi berbasis perangkat keras yang lebih baru dapat mengalami dampak performa lebih besar. Karena itu, pengaruh Integritas Memori terhadap performa tidak sama pada setiap komputer.

Perbedaan dapat dipengaruhi spesifikasi perangkat keras, driver, serta gim yang dimainkan. Microsoft menyatakan tidak akan mengaktifkan fitur tersebut secara otomatis pada semua komputer.

Sistem Windows akan terlebih dahulu memeriksa kemampuan perangkat keras, kompatibilitas driver, dan kondisi performa sebelum mengaktifkannya. Komputer yang sebelumnya telah menonaktifkan Integritas Memori oleh pengguna atau administrator juga akan mempertahankan pengaturan tersebut.

Pengguna tetap dapat menonaktifkan Integritas Memori melalui Windows Security. Namun, Microsoft merekomendasikan agar fitur keamanan tersebut tetap diaktifkan untuk mempertahankan lapisan perlindungan tambahan pada sistem.

Bagi pengguna yang mengalami penurunan performa gim setelah pembaruan Oktober, pengaturan Integritas Memori dapat menjadi salah satu hal yang diperiksa. Jika penonaktifannya hanya memberikan peningkatan performa yang kecil, pengguna dapat mempertimbangkan untuk tetap mengaktifkan fitur tersebut demi menjaga perlindungan keamanan Windows 11. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....