Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Filosi ajak Mahasiswa Baru Jangan Kehilangan Akal
- 05 Sep 2026 22:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah euforia mahasiswa baru memasuki dunia kampus, ada satu hal yang justru perlu dijaga: kemampuan untuk tetap berpikir. Pesan itu menjadi salah satu penekanan utama dalam kegiatan Filosi Goes to PKKMB yang digelar PT Filosi Exider Inovasi di Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat, 4 September 2026.
Bertempat di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, selama satu jam mahasiswa baru diajak membicarakan sesuatu yang kini semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari: teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI). Namun, materi yang dibawakan Wakil Direktur IT PT Filosi Exider Inovasi, Frengki Ludji, tidak berhenti pada pertanyaan bagaimana menggunakan AI.
Ia justru mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan AI sebagai pengganti proses berpikir. “Mahasiswa perlu semakin cerdas dalam menggunakan AI di zaman sekarang. AI dapat membantu mencari informasi, belajar, mengembangkan ide, dan menyelesaikan berbagai pekerjaan. Tetapi mahasiswa tetap harus mampu berpikir kritis dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh,” ujar Frengki.
Pesannya sederhana, tetapi relevan di tengah semakin mudahnya mahasiswa memperoleh jawaban hanya dengan beberapa perintah kepada mesin. AI boleh semakin pintar. Tetapi manusia tidak boleh semakin malas berpikir.
Frengki mengingatkan mahasiswa baru agar teknologi tidak digunakan sebagai jalan pintas untuk menghindari proses belajar. Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap manfaat, risiko, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi tanpa memahami apa yang kita gunakan. Kuasai teknologinya, pahami manfaat dan risikonya, kemudian gunakan untuk menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat,” katanya.

Bagi mahasiswa baru, pesan tersebut menjadi bekal yang tidak kalah penting dengan kemampuan teknis menggunakan berbagai aplikasi digital. Sebab, di dunia pendidikan dan dunia kerja yang semakin dipengaruhi AI, kemampuan mencari jawaban bukan lagi satu-satunya keunggulan.
Kemampuan mempertanyakan jawaban, memeriksa kebenarannya, mengolah informasi, dan menghasilkan gagasan sendiri justru menjadi semakin penting. Frengki berharap mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere sejak awal perkuliahan mulai membangun kemampuan digital sekaligus mempertahankan daya kritis.
“Harapannya, mahasiswa sejak awal kuliah sudah mulai membangun kemampuan digital, terus belajar mengikuti perkembangan teknologi, dan mampu menjadikan AI sebagai alat untuk berkembang, bukan sesuatu yang membuat kita berhenti berpikir,” ujarnya.
Ada sisi lain yang membuat kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seminar teknologi biasa. Pada akhir sesi, PT Filosi Exider Inovasi memberikan bantuan kuliah kepada tiga mahasiswa beruntung.
Salah satunya adalah Antonio, mahasiswa asal Larantuka, yang menerima bantuan sebesar Rp1.250.000. Bagi Antonio, bantuan tersebut bukan sekadar angka. Uang itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya selama berada di Maumere.
“Saya sangat senang hari ini. Bantuan yang diberikan Filosi akan saya gunakan untuk membeli kebutuhan kuliah selama di Maumere. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Filosi,” ungkap Antonio.
Menariknya, mahasiswa asal Larantuka tersebut juga menitipkan satu harapan kepada Filosi: agar perusahaan itu suatu saat hadir di daerah asalnya. “Harapan saya untuk Filosi semoga sukses terus dan terus berkembang. Saya juga berharap Filosi bisa ada cabang di Larantuka,” katanya.
Ketua PKKMB Politeknik Cristo Re Maumere 2026, Yohanes Viva Servianus, S.T., M.T.I., menilai kehadiran Filosi memberikan warna berbeda dalam rangkaian PKKMB. Menurut Yohanes, materi tentang teknologi dan AI memberikan wawasan yang dekat dengan realitas mahasiswa saat ini.
“Saya dan panitia serta kampus kami sangat antusias dengan kehadiran Filosi. Kehadiran Filosi membuka wawasan mahasiswa baru karena membawakan materi yang fresh, dengan pemaparan yang sangat interaktif dan berkaitan dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.
Bantuan kuliah yang diberikan kepada mahasiswa juga dinilai memberikan motivasi tambahan. “Bantuan kuliah ini membuat mahasiswa kami semakin semangat dan menjadi motivasi untuk belajar. Kami berharap ke depannya bisa ada kerja sama lanjutan antara Politeknik Cristo Re Maumere dan Filosi untuk memberikan manfaat dan berdampak bersama,” ungkap Yohanes.
Pada akhirnya, kegiatan Filosi Goes to PKKMB Politeknik Cristo Re Maumere bukan hanya tentang memperkenalkan teknologi kepada mahasiswa baru. Ada pesan yang lebih besar di baliknya: ketika AI semakin mampu menjawab berbagai pertanyaan manusia, mahasiswa justru dituntut semakin mampu mengajukan pertanyaan yang tepat.
Teknologi boleh mengambil alih pekerjaan-pekerjaan tertentu. Tetapi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar tetap menjadi bagian yang tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada mesin. (rls/DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....