Akademisi Dorong Sekolah Kampus Terlibat Pendidikan Pemilih Berkelanjutan
- 10 Agt 2026 07:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Akademisi Universitas Nusa Cendana Dr. Hamza H. Wulakada mendorong keterlibatan sekolah dan perguruan tinggi dalam pendidikan pemilih. Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada penyelenggara pemilu.
Hamza menyampaikan pandangan tersebut dalam Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Kupang, Jumat, 7 Agustus 2026. Ia menilai pendidikan pemilih perlu diberikan sejak seseorang mulai memasuki usia yang mendekati batas pemilih.
| Baca juga: Wawali Kupang Sambut Kolaborasi Riset Undana |
Menurut Hamza, lembaga pendidikan memiliki ruang yang strategis untuk membangun kesadaran politik generasi muda. Pendidikan mengenai demokrasi dan kepemiluan, kata dia, sebaiknya tidak hanya muncul ketika tahapan pemilu berlangsung.
“Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Hamza. Ia menilai keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi sosial dan berbagai komunitas perlu mengambil peran dalam membangun kesadaran pemilih muda.
Hamza juga menyoroti persoalan mahasiswa yang kehilangan kesempatan menggunakan hak pilih karena persoalan administrasi kependudukan dan perpindahan domisili. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi lebih awal melalui edukasi dan pendataan yang lebih baik.
Ia mengusulkan pendekatan pendidikan pemilih yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda, termasuk melalui komunitas dan aktivitas yang mereka minati. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan politik diharapkan tidak terasa sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kesadaran generasi muda dalam kehidupan demokrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....