Seminari St. Dominikus Cetak Generasi Unggul Melek Bahasa Inggris sejak Dini

  • 09 Agt 2026 20:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Sekolah Seminari Santo Dominikus terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi unggul sejak usia dini. Salah satu keunggulan yang menjadi perhatian utama sekolah Katolik tersebut adalah penerapan bahasa Inggris dalam keseharian peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas.

Ketua Komite SDK St. Dominikus, Fransiskus Hypoternus Moan Tome, mengatakan dirinya merasa senang dapat terlibat dalam mendukung perkembangan pendidikan anak-anak di sekolah tersebut. Menurutnya, sekolah memiliki visi yang baik dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan di masa depan.

Ketua Komite SDK St. Dominikus, Fransiskus Hypoternus Moan Tome. (Foto: RRI/Delvin)

Salah satunya melalui pembiasaan penggunaan bahasa Inggris sejak dini. “Di sini anak-anak dipersiapkan menjadi generasi yang unggul dengan pendidikan yang baik. Kami bersama suster juga sepakat untuk mendukung anak-anak dalam pengembangan bahasa Inggris,” kata Fransiskus usai pengukuhan Komite Sekolah Seminari St. Dominikus, Jumat, 7 April 2026 di Susteran Dominikan Penfui, Kabupaten Kupang.

Penerapan bahasa Inggris di sekolah tersebut tidak hanya dilakukan selama proses pembelajaran di kelas. Sejumlah 112 anak terdiri dari 80 murid TK dan 32 Murid Sekolah Dasar, dibiasakan menggunakan bahasa Inggris sejak memasuki gerbang sekolah hingga kembali meninggalkan lingkungan sekolah.

Meski baru berjalan sekitar satu bulan, perubahan positif mulai terlihat. Fransiskus mengungkapkan, sebagian anak bahkan mulai membawa kebiasaan tersebut ke rumah dengan mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

“Ini satu hal positif bagi kami. Ada optimisme tinggi untuk mereka ke depan,” katanya.

Pada Kesempatan yang sama Ketua Komite Taman Seminari St. Dominikus, Albertus Lake, menilai sekolah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan peserta didik berkualitas. Ia mengatakan, kekuatan utama sekolah terletak pada konsep pendidikan berbasis bahasa Inggris yang diterapkan sejak usia dini oleh para pendidik yang sebagian besar merupakan Susteran Dominikan.

“Sekolah ini memiliki peluang yang sangat besar karena yang ditekankan adalah kualitas pendidikan berbasis bahasa Inggris. Tujuannya agar anak-anak ketika tamat nanti bisa bersaing secara global,” kata Albert sapaan akrabnya.

Menurut Albertus, tingginya minat masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa konsep pendidikan yang ditawarkan sekolah mendapat respons positif. Bahkan, pada tahun ajaran ini pihak sekolah harus membatasi penerimaan peserta didik karena keterbatasan ruang kelas.

Menariknya, minat tersebut tidak hanya datang dari masyarakat di sekitar lokasi sekolah. Sejumlah orang tua dari wilayah Kota Kupang juga memilih menyekolahkan anak mereka di Taman Seminari St. Dominikus karena mempertimbangkan kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Di balik perkembangan tersebut, pihak komite mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi. Sebagai sekolah yang masih dalam tahap pengembangan, dukungan dari pemerintah, kementerian terkait, para donatur, maupun keluarga yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan sangat dibutuhkan.

Ketua Komite Taman Seminari St. Dominikus, Albertus Lake. (Foto: RRI/Delvin)

Albertus mengatakan, saat ini pihak sekolah tengah merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya taman bermain, dapur transit untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kanopi di bagian depan sekolah. “Kami masih membutuhkan dukungan pihak luar. Salah satunya untuk pembangunan taman bermain anak-anak dan dapur transit MBG,” katanya.

Keterbatasan fasilitas tersebut membuat pihak sekolah untuk sementara menggunakan ruangan kantor sebagai tempat transit makanan MBG sebelum dibagikan kepada peserta didik. Karena itu, pihak komite bersama para suster terus menggalang dukungan dari para donatur dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan anak.

Selain fokus pada kemampuan akademik dan bahasa Inggris, Taman Seminari Santo Dominikus juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan karakter, keberanian, kreativitas, serta jiwa patriotisme. Hal tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan yang digelar untuk menyongsong Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperingati Santo Dominikus sebagai pelindung sekolah.

Fransiskus Tome menilai kegiatan tersebut sangat positif karena tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak, tetapi juga melatih mental dan menumbuhkan semangat bela negara sejak usia dini. Senada dengan itu, Albertus Lake mengatakan kegiatan perlombaan dan berbagai aktivitas bersama dapat membantu anak-anak belajar berkomunikasi, bekerja sama, berkreasi, sekaligus membangun rasa percaya diri.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari pendidikan karakter anak. Perubahan positif juga dirasakan langsung oleh orang tua peserta didik.

Orangtua Murid asal Flores mengaku melihat perbedaan yang cukup mencolok setelah anaknya mengikuti pendidikan di Taman Seminari Santo Dominikus. Menurutnya, keunggulan yang paling terlihat adalah kemampuan anak dalam menggunakan bahasa Inggris.

“Lebih mencolok itu bahasa Inggrisnya. Mereka dilatih bukan hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar ruangan untuk menggunakan bahasa Inggris. Jadi walaupun masih kecil, bahasa Inggrisnya sudah luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para suster dan guru yang dinilai mampu menghadapi berbagai karakter anak dengan penuh dedikasi. Ia berharap para pendidik tetap sabar dalam membimbing peserta didik karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda.

Dengan konsep pendidikan yang menekankan kualitas, pembiasaan bahasa Inggris, pendidikan karakter, serta dukungan orang tua dan para pendidik, Taman Seminari St. Dominikus diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya generasi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan. Fransiskus Tome berharap anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut kelak menjadi pribadi yang kuat dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Sementara Albertus Lake menitipkan pesan agar peserta didik terus mempertahankan semangat belajar dan menjadi harapan bagi masa depan bangsa. Kepada para guru, ia berharap profesionalisme dan dedikasi dalam mendidik anak-anak terus dijaga.

Dengan semangat tersebut, Taman Seminari Santo Dominikus tidak sekadar membekali anak-anak dengan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga berupaya membangun karakter, keberanian, kreativitas, dan rasa cinta tanah air sejak usia dini. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....