Kepercayaan Publik, Kekuatan Pers di tengah Banjir Informasi
- 05 Agt 2026 19:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi para wartawan anggota SMSI dengan mengusung tema "Kekuatan Influencer, Buzzer dan AI, Masih Butuhkah Wartawan?" di Aula Sekretariat SMSI Provinsi NTT, Rabu, 5 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi wadah peningkatan kapasitas jurnalis dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menegaskan bahwa di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), media sosial, hingga maraknya influencer dan buzzer, keberadaan wartawan tetap sangat dibutuhkan. Menurutnya, tantangan terbesar dunia pers bukan sekadar perkembangan teknologi, melainkan menjaga kepercayaan publik.

"Kesuksesan sebuah media bukan diukur dari banyaknya pembaca atau penonton, tetapi dari seberapa besar masyarakat percaya terhadap informasi yang disampaikan. Teknologi akan terus berkembang, namun jika pers mampu menjaga kepercayaan publik, maka jurnalisme akan tetap memiliki tempat," ujar Christian dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi SMSI NTT yang terus menghadirkan pelatihan bagi para jurnalis sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik. Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi secara benar, akurat, dan bertanggung jawab.
"Program pemerintah yang baik harus disampaikan dengan cara yang tepat. Di sinilah media mengambil peran penting sebagai penyampai pesan kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas wartawan menjadi kebutuhan yang sangat penting," katanya. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan SMSI, Wali Kota Kupang juga menyampaikan komitmennya untuk membantu operasional sekretariat SMSI NTT dengan memberikan satu unit laptop secara pribadi guna menunjang aktivitas jurnalistik para anggota.
Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi NTT, Benny Jahang, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis organisasi dalam memperkuat profesionalisme wartawan di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi menghadirkan tantangan baru berupa banjir informasi, hoaks, dan disinformasi yang terus berkembang di berbagai platform media sosial.

Karena itu, wartawan dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar jurnalistik. "Pelatihan ini kami selenggarakan agar wartawan anggota SMSI tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga tangguh dalam menjalankan prinsip-prinsip jurnalistik, terutama verifikasi, konfirmasi, dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik," ujar Benny.
Ia menambahkan, proses verifikasi menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan dalam kerja jurnalistik. Banyak persoalan hukum maupun sengketa pemberitaan berawal dari lemahnya proses verifikasi terhadap informasi yang diterima wartawan.
"Kami ingin memastikan setiap anggota SMSI mampu menghasilkan berita yang terverifikasi dengan baik sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar, utuh, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Ketua Panitia Pelatihan, Kosmas Damianus Olla, menjelaskan bahwa tema yang diangkat lahir dari refleksi atas perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi pola konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, saat ini konten influencer, buzzer, maupun AI sering kali lebih cepat menarik perhatian publik dibandingkan karya jurnalistik.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus bahan refleksi bagi insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi. "Pertanyaan 'Masih butuhkah wartawan?' adalah refleksi bagi kita semua. Wartawan harus terus belajar meningkatkan kualitas tulisan agar produk jurnalistik tetap menjadi rujukan utama masyarakat melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan penerapan kode etik jurnalistik," katanya.
Kosmas menjelaskan, pelatihan menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang membekali peserta dengan kemampuan menulis berita, khususnya straight news, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai teknik peliputan dan penyajian berita yang profesional. Peserta pelatihan berasal dari anggota SMSI di berbagai daerah di NTT, di antaranya Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
Melalui pelatihan ini, SMSI NTT berharap lahir wartawan-wartawan yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi integritas dan etika jurnalistik sebagai fondasi utama dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....