Langit Agustus 2026 Dipenuhi Deretan Fenomena Astronomi
- 04 Agt 2026 09:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Bulan Agustus 2026 menjadi salah satu periode paling dinantikan para pecinta astronomi. Sepanjang bulan ini, langit malam akan dihiasi berbagai fenomena menarik, mulai dari parade planet, gerhana matahari total, hujan meteor Perseid, gerhana bulan hampir total, hingga awal musim kemunculan aurora atau cahaya utara.
Menurut natgeo, fenomena pertama yang dapat disaksikan adalah parade planet sebelum fajar yang berlangsung sepanjang Agustus. Mars, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dapat diamati beberapa jam sebelum matahari terbit, sementara Merkurius dan Jupiter muncul sekitar satu jam sebelum fajar di ufuk timur. Pengamatan Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop atau teropong berkekuatan tinggi.
Pada 7 Agustus, sebagian wilayah Amerika Serikat juga akan menyaksikan fenomena okultasi Bulan terhadap gugus bintang Pleiades. Dalam peristiwa ini, Bulan sabit yang menipis tampak melintas di depan gugus bintang tersebut sehingga beberapa bintang seolah menghilang untuk sementara.
Puncak peristiwa astronomi terjadi pada 12 Agustus saat gerhana matahari total melintasi Greenland bagian timur, Islandia bagian barat, dan Spanyol utara. Di wilayah jalur totalitas, Bulan akan menutupi Matahari sepenuhnya selama sekitar satu hingga dua menit.
Sementara itu, sebagian besar wilayah Eropa, Afrika barat laut, Kanada timur, serta sebagian kecil wilayah timur Amerika Serikat hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian. Pada tanggal yang sama hingga dini hari 13 Agustus, hujan meteor Perseid diperkirakan mencapai puncaknya.
Tahun ini menjadi momen yang sangat ideal karena bertepatan dengan fase bulan baru sehingga langit akan lebih gelap. Dalam kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya, pengamat berpeluang melihat lebih dari 100 meteor setiap jam, dan waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar.
Fenomena menarik lainnya adalah gerhana bulan hampir total yang terjadi pada malam 27 hingga 28 Agustus. Sekitar 96 persen permukaan bulan akan tertutup bayangan bumi sehingga menghasilkan semburat cahaya oranye lembut.
Meski tidak berubah menjadi "bulan darah" seperti pada gerhana bulan total, fenomena ini tetap menjadi daya tarik bagi para pengamat langit. Masih pada 28 Agustus, Bulan Purnama Sturgeon akan menghiasi langit malam.
Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat Amerika Utara yang mengaitkan periode ini dengan musim melimpahnya ikan sturgeon di kawasan Danau Besar dan Danau Champlain. Menjelang akhir bulan, tepatnya pada malam 30 hingga 31 Agustus, Bulan akan tampak berdekatan dengan Saturnus di langit timur.
Keduanya akan terlihat hanya berjarak sekitar lima derajat dan dapat diamati sekitar dua jam setelah matahari terbenam. Rangkaian fenomena astronomi Agustus ditutup dengan dimulainya musim aurora di kawasan Arktik, dan seiring malam yang semakin panjang, peluang menyaksikan cahaya utara kembali terbuka di wilayah seperti Alaska, Kanada utara, Islandia, dan negara-negara Skandinavia, terutama saat aktivitas Matahari meningkat dan kondisi langit cerah.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati berbagai fenomena langit tersebut, disarankan memilih lokasi yang minim polusi cahaya, memperhatikan prakiraan cuaca, serta menggunakan perlengkapan pengamatan yang sesuai. Khusus untuk menyaksikan gerhana matahari, penggunaan kacamata gerhana bersertifikat sangat penting untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....