Microsoft Fokus Ringankan Windows 11 untuk Laptop dengan RAM 8 GB
- 02 Agt 2026 14:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Tahun 2026 menjadi titik balik penting bagi Microsoft setelah bertahun-tahun menuai kritik pengguna terkait banyaknya proses sistem yang membingungkan, elemen antarmuka yang kurang optimal, serta bloatware yang dinilai memperlambat kinerja Windows. Perusahaan kini mulai melakukan sejumlah pembaruan untuk meningkatkan pengalaman penggunaan Windows 11.
Berbagai perbaikan telah dilakukan, mulai dari penyempurnaan menu klik kanan hingga peningkatan kecepatan sistem pencarian. Microsoft menyebut langkah berikutnya adalah memastikan Windows 11 dapat berjalan lebih lancar pada perangkat dengan RAM 8 GB, terutama laptop dan PC kelas bawah yang masih banyak digunakan masyarakat.
Executive Vice President Windows and Devices Microsoft, Pavan Davuluri, mengatakan perusahaan tengah memprioritaskan optimasi memori agar Windows tetap cepat dan responsif pada perangkat dengan spesifikasi terbatas. Menurutnya, pengurangan jejak memori Windows menjadi fokus utama pengembangan berikutnya.
Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan perubahan pendekatan Microsoft terhadap tren komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan agresif menghadirkan fitur AI Copilot di berbagai layanan dan aplikasi Windows. Namun fitur tersebut membutuhkan perangkat keras lebih tinggi, termasuk NPU di atas 40 TOPS dan RAM minimal 16 GB untuk kategori PC Copilot+.
Microsoft, menurut digitaltrends, telah merilis varian Surface terbaru dengan RAM 8 GB tanpa label Copilot+, karena perangkat tersebut tidak mampu menjalankan seluruh fitur AI secara optimal. Langkah ini dipandang sebagai pengakuan bahwa tidak semua pengguna membutuhkan pengalaman AI penuh pada perangkat terjangkau.
Selain optimasi memori, Microsoft juga menjanjikan proses pengaturan awal Windows yang lebih sederhana serta peningkatan fitur kontrol orang tua. Upaya tersebut ditujukan agar pengalaman dasar Windows tetap nyaman digunakan pada laptop murah.
Kondisi pasar perangkat komputer saat ini juga menjadi pertimbangan penting. Harga RAM dan penyimpanan dilaporkan meningkat tajam akibat tingginya permintaan industri AI. Samsung memperkirakan tekanan harga memori belum akan mereda setidaknya hingga 2028, sementara analis Gartner memprediksi segmen PC di bawah 500 dolar AS berpotensi menyusut dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan fokus baru pada efisiensi sistem, Microsoft berharap laptop Windows 11 dengan RAM 8 GB tetap relevan dan terjangkau bagi pengguna umum. Langkah tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya harga perangkat keras dan kebutuhan masyarakat akan komputer dengan biaya lebih rendah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....