Mendikdasmen Perluas Ruang Sastra Era Digital
- 29 Jul 2026 10:07 WIB
- Kupang
Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong penguatan ekosistem sastra bagi anak melalui pemanfaatan ruang digital sebagai wadah berekspresi, berimajinasi, dan membangun karakter. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat budaya literasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Hal itu disampaikan Abdul Mu'ti saat menjadi narasumber dalam Talkshow Hari Puisi Nasional di Jakarta. Menurutnya, pendidikan harus mengembangkan empat aspek secara seimbang, yakni olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga, sehingga peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan dan karakter yang kuat.
Mendikdasmen menegaskan bahwa sastra menjadi media efektif untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus melatih kemampuan peserta didik mengekspresikan gagasan dan perasaan melalui bahasa yang santun. Karena itu, ruang aktualisasi sastra perlu terus diperluas, termasuk melalui platform digital.
Ia menyebut Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai kanal yang dapat dimanfaatkan peserta didik dan guru untuk mempublikasikan karya sastra, seperti Rumah Pendidikan dan Majalah Literasi. Menurutnya, inovasi seperti digital poetry menjadi peluang baru untuk mendekatkan sastra kepada generasi muda.
Penguatan literasi melalui sastra juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Pembelajaran Mendalam yang tengah dikembangkan Kemendikdasmen. Dalam pendekatan tersebut, peserta didik didorong tidak hanya menyelesaikan soal, tetapi juga membiasakan diri membaca buku dan menulis sebagai bagian dari proses belajar.
Untuk mendukung upaya tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan mendistribusikan sekitar 5,5 juta buku bacaan nonteks ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan yang mampu mengasah imajinasi, memperkuat kemampuan literasi, serta membangun karakter.
Abdul Mu'ti juga menekankan pentingnya peran guru dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap sastra. Menurutnya, guru harus menjadi sumber inspirasi yang mampu membangkitkan minat membaca, menulis, dan berkarya melalui berbagai kegiatan literasi di sekolah.
Ia berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga, komunitas, dan pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat budaya literasi nasional. Dengan semakin banyak ruang berekspresi, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai sastra serta budaya Indonesia. (Rilis humaskemendikdasmen/As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....