Langit Akhir Juli Dihiasi Dua Hujan Meteor
- 27 Jul 2026 13:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Dua hujan meteor, Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids, akan mencapai puncaknya pada malam 30 Juli hingga dini hari 31 Juli 2026. Menurut natgeo, fenomena langit ini dapat disaksikan dari berbagai wilayah, meski pengamat diperkirakan menghadapi tantangan karena cahaya bulan yang hampir purnama.
Bulan purnama terjadi pada 29 Juli. Saat puncak hujan meteor berlangsung, permukaan bulan masih diterangi sekitar 98 persen. Kondisi ini membuat langit malam lebih terang sehingga meteor yang cahayanya redup akan sulit terlihat.
Meski begitu, masyarakat masih berpeluang menyaksikan meteor terang atau bola api (fireball) yang menjadi ciri khas hujan meteor Alpha Capricornids. Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jalur puing-puing yang ditinggalkan komet. Saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, partikel-partikel tersebut terbakar dan tampak sebagai garis cahaya yang dikenal sebagai bintang jatuh.
| Baca juga: Viral Blue Moon Tidak Ubah Warna Bulan |
Kepala Astronom Stargazing Moab, Devon Salasin, mengatakan puncak dua hujan meteor yang terjadi hampir bersamaan merupakan kebetulan karena jalur puing dari dua komet berbeda dilintasi Bumi pada waktu yang sama. Southern Delta Aquariids aktif sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus.
Sementara itu, Alpha Capricornids berlangsung dari awal Juli hingga pertengahan Agustus. Karena masa aktifnya cukup panjang, meteor dari kedua hujan tersebut masih dapat diamati beberapa hari sebelum maupun sesudah puncaknya.
Profesor Astronomi Connecticut College, Alex Gianninas, menjelaskan Southern Delta Aquariids menghasilkan meteor lebih banyak, tetapi cahayanya relatif redup. Dalam kondisi langit gelap, hujan meteor ini dapat menghasilkan sekitar 25 meteor setiap jam.
Sebaliknya, Alpha Capricornids hanya menghasilkan sekitar lima meteor per jam. Namun, hujan meteor ini dikenal menghadirkan bola api yang lebih terang, bergerak lebih lambat, dan sering meninggalkan jejak cahaya yang bertahan beberapa saat.
Untuk mengamati hujan meteor, masyarakat disarankan memilih lokasi yang minim polusi cahaya dan memberi waktu sekitar 20 menit agar mata menyesuaikan diri dengan kondisi gelap. Teleskop tidak diperlukan karena meteor dapat muncul di berbagai arah langit.
Waktu terbaik untuk mengamati adalah setelah tengah malam saat titik pancaran kedua hujan meteor berada lebih tinggi. Fenomena astronomi berikutnya adalah hujan meteor Perseid yang diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 12 Agustus hingga pagi 13 Agustus 2026.
Pada hari yang sama juga akan terjadi gerhana matahari total yang dapat disaksikan di sebagian wilayah Greenland, Islandia, dan Spanyol. Sementara itu, hujan meteor Perseid dapat diamati dari sebagian besar Belahan Bumi Utara hingga lintang menengah Belahan Bumi Selatan. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....