Samsung Perketat Sistem Layar Kunci, One UI 9 Blokir Akses setelah 13 Kali Salah PIN

  • 27 Jul 2026 13:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Samsung bersiap meningkatkan sistem keamanan layar kunci pada perangkat Galaxy melalui pembaruan One UI 9 yang berbasis Android 17. Pembaruan ini menghadirkan mekanisme perlindungan baru yang dirancang untuk mempersulit upaya pembobolan perangkat menggunakan metode brute-force.

Menurut digitaltrends, dalam sistem terbaru tersebut, pengguna yang salah memasukkan PIN, pola, atau kata sandi sebanyak 13 kali tidak lagi dapat mencoba membuka kunci perangkat. Ponsel akan terkunci secara permanen dan hanya dapat digunakan kembali setelah dilakukan factory reset, dan konsekuensinya, seluruh data yang tersimpan secara lokal di perangkat akan terhapus.

Kebijakan ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan One UI versi sebelumnya. Sebelumnya, kesalahan memasukkan PIN hanya menyebabkan waktu tunggu yang semakin lama sebelum pengguna dapat mencoba kembali.

Samsung memang telah menyediakan fitur penghapusan data otomatis setelah 15 kali percobaan gagal, namun fitur tersebut bersifat opsional dan harus diaktifkan secara manual. Pada One UI 9, mekanisme penguncian diterapkan secara otomatis.

Setelah lima kali kesalahan, pengguna harus menunggu satu menit sebelum dapat mencoba kembali. Durasi penundaan kemudian meningkat secara bertahap, yaitu menjadi 90 menit setelah percobaan kesembilan, empat jam setelah percobaan ke-10, 12 jam setelah percobaan ke-11, dan 24 jam setelah percobaan ke-12, sehingga jika percobaan ke-13 kembali gagal, perangkat akan terkunci permanen hingga dilakukan reset pabrik.

Untuk mengurangi risiko penguncian yang tidak disengaja, Samsung turut menghadirkan sejumlah fitur baru. Salah satunya adalah Smart Counter yang menghitung dua kali kesalahan memasukkan PIN yang sama secara berurutan sebagai satu percobaan, selain itu, sistem akan menampilkan peringatan mengenai jumlah percobaan yang masih tersisa sebelum perangkat dikunci secara permanen.

Meski menawarkan perlindungan yang lebih kuat, kebijakan baru ini memunculkan beragam tanggapan. Sebagian pengguna mengkhawatirkan kemungkinan anak-anak yang bermain dengan ponsel secara tidak sengaja menghabiskan batas percobaan. Namun, Samsung menilai skenario tersebut relatif kecil karena setiap kesalahan akan disertai jeda waktu yang semakin panjang.

Secara keseluruhan, dibutuhkan lebih dari 42 jam untuk mencapai percobaan ke-13 karena pengguna harus menunggu seluruh masa penundaan sebelum dapat memasukkan PIN berikutnya. Di sisi lain, aturan baru ini juga menjadi tantangan bagi pengguna yang lupa PIN atau kata sandi perangkat, dimana setelah batas maksimal percobaan tercapai, tidak tersedia metode lain untuk membuka kunci selain melakukan factory reset yang akan menghapus seluruh data lokal.

Samsung juga mengingatkan bahwa penggunaan sidik jari maupun pemindai wajah tidak sepenuhnya menghilangkan risiko tersebut, karena sistem Android tetap mewajibkan pengguna memasukkan PIN atau kata sandi cadangan setidaknya sekali setiap 72 jam. Karena kredensial tersebut tidak dapat dipulihkan dari jarak jauh, Samsung menyarankan pengguna untuk rutin mencadangkan data penting agar terhindar dari kehilangan informasi apabila reset pabrik menjadi satu-satunya solusi. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....