Warga Desa Sanggaoen Sampaikan Inovasi kepada Tim Undana Kupang
- 25 Jul 2026 14:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Dialog interaktif mewarnai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Jumat, 24 Juli 2026. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai gagasan pembangunan kepada tim akademisi Undana.
Kegiatan yang mengangkat tema Rekonstruksi Tata Kelola Pembangunan Desa untuk Mendukung Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Rote Ndao dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. Bersama enam dosen Jurusan Ilmu Politik FISIP Undana, mereka berdiskusi langsung dengan masyarakat mengenai berbagai potensi dan tantangan pembangunan desa.
Dalam sesi dialog, masyarakat mengusulkan pelatihan pembuatan biogas berbahan baku kotoran ternak. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG yang semakin mahal dan sulit diperoleh.
Warga juga berharap Undana dapat membantu mendorong pembangunan kembali rumah adat yang telah lama hilang. Menurut masyarakat, rumah adat bukan hanya simbol identitas budaya Rote, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepala Desa Sanggaoen, Matheos Bailao, mengapresiasi kehadiran tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana. Ia menilai kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam membangun potensi lokal.
"Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga serta memperbaiki pelayanan pemerintah desa," kata Matheos Bailao.
Sementara itu, tim Undana menyambut positif seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat. Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pengabdian dan pendampingan desa pada masa mendatang.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, berbagai inovasi diharapkan terus berkembang. Sinergi tersebut diyakini mampu memperkuat pembangunan desa, melestarikan budaya lokal, serta mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Rote Ndao. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....