Ilmuwan Peringatkan Krisis Oksigen Ancam Ekosistem Perairan Dunia
- 22 Jul 2026 16:15 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Para ilmuwan memperingatkan bahwa kadar oksigen terlarut di perairan dunia terus mengalami penurunan dengan laju yang mengkhawatirkan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memperburuk krisis lingkungan global jika tidak segera ditangani.
Peringatan tersebut disampaikan dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Limnology and Oceanography. Penelitian yang dipimpin tim ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography, University of California San Diego, menyimpulkan bahwa deoksigenasi perairan atau penurunan kadar oksigen terlarut perlu diakui sebagai salah satu batas planet (Planetary Boundaries) yang menentukan stabilitas sistem Bumi.
Penulis utama penelitian, Erica Ferrer, menjelaskan bahwa kesehatan ekosistem perairan sangat bergantung pada ketersediaan oksigen. Menurutnya, oksigen terlarut menjadi elemen penting bagi kelangsungan hidup ikan, krustasea, plankton, hingga mikroorganisme yang berperan dalam mendaur ulang nutrisi di perairan.
"Kesehatan dan stabilitas planet bergantung pada kesehatan ekosistem perairan yang membutuhkan oksigen untuk berfungsi secara normal. Deoksigenasi merupakan ancaman global yang tidak terjadi secara terpisah dari krisis lingkungan lainnya," ujar Ferrer, seperti yang diberitakan techcrunch.
Penelitian tersebut mengungkapkan sejumlah faktor utama yang memicu penurunan oksigen di perairan. Di antaranya adalah pemanasan global yang meningkatkan suhu air sehingga mengurangi kemampuan air menyimpan oksigen, pencemaran akibat kelebihan nutrisi yang memicu ledakan alga, serta melemahnya sirkulasi air yang menghambat distribusi oksigen ke lapisan perairan yang lebih dalam.
Dampak dari fenomena ini dinilai sangat luas, seperti berkurangnya oksigen yang dapat mengganggu rantai makanan, menurunkan populasi berbagai spesies laut, hingga memengaruhi kemampuan lautan dalam mengatur iklim. Mamalia laut juga terdampak karena perubahan habitat dan berkurangnya ketersediaan mangsa.
Penulis senior penelitian, Lisa Levin, mengatakan deoksigenasi perairan perlu mendapat perhatian yang sama besar dengan isu perubahan iklim maupun hilangnya keanekaragaman hayati. Menurutnya, memasukkan deoksigenasi ke dalam kerangka Batas Planet akan membantu pemerintah dan komunitas internasional memahami besarnya ancaman terhadap stabilitas sistem Bumi.
Dalam studi tersebut, para peneliti memetakan penurunan kadar oksigen menggunakan empat indikator global untuk menentukan batas aman yang tidak boleh dilampaui. Mereka memperingatkan bahwa laju penurunan oksigen saat ini menunjukkan dunia semakin mendekati titik kritis, di mana dampak terhadap sistem Bumi berpotensi menjadi sulit dipulihkan dalam rentang kehidupan manusia.
Para ilmuwan menegaskan bahwa menjaga kadar oksigen di perairan harus menjadi bagian penting dari upaya perlindungan lingkungan, sejajar dengan pengurangan emisi karbon dan pelestarian keanekaragaman hayati. Tanpa langkah nyata, kerusakan pada sistem penyangga kehidupan di bumi dikhawatirkan akan semakin sulit dihentikan. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....