Fitur Username WhatsApp Segera Hadir, Pakar Ingatkan Ancaman Akun Palsu

  • 02 Jul 2026 06:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - WhatsApp mulai meluncurkan fitur reservasi nama pengguna (username) secara bertahap pekan ini sebagai bagian dari persiapan peluncuran global yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026. Fitur tersebut memungkinkan pengguna saling mencari dan mengirim pesan menggunakan username tanpa harus membagikan nomor telepon.

Langkah ini menjadi perubahan besar dalam sistem identitas pengguna di WhatsApp. Selama ini aplikasi mengandalkan nomor telepon sebagai identitas utama, namun ke depan pengguna akan lebih banyak berinteraksi melalui username yang dikelola oleh platform.

Meta, perusahaan induk WhatsApp, menyebut fitur ini dirancang untuk meningkatkan privasi pengguna dengan mengurangi kebutuhan membagikan nomor telepon. Namun, sejumlah pakar keamanan dan regulator menilai perubahan tersebut juga membuka peluang baru bagi aksi penipuan dan peniruan identitas.

Meta menyatakan telah mencadangkan username bagi tokoh publik, instansi pemerintah, dan sejumlah variasi nama tertentu agar hanya dapat diklaim oleh pemilik yang sah. Meski demikian, perusahaan belum menjelaskan mekanisme penentuan username mana saja yang mendapat perlindungan tersebut.

Kekhawatiran terbesar datang dari India, yang merupakan pasar terbesar WhatsApp dengan lebih dari 500 juta pengguna. Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) bahkan telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada WhatsApp terkait potensi penyalahgunaan fitur tersebut.

Dalam surat yang dikutip TechCrunch, MeitY menilai penggunaan username dapat meningkatkan risiko penipuan daring, phishing, penipuan digital, hingga aksi peniruan identitas karena pelaku dapat menghubungi korban tanpa memperlihatkan nomor telepon.

Kementerian juga memperingatkan bahwa username yang menyerupai nama individu, lembaga keuangan, maupun instansi pemerintah berpotensi dimanfaatkan untuk menyamar sebagai pihak resmi. Pemerintah India meminta WhatsApp menjelaskan langkah mitigasi yang diterapkan dan mendesak agar peluncuran fitur ditunda hingga proses konsultasi selesai.

Sementara itu, CEO SocialProof Security, Rachel Tobac, menilai penggunaan username sebenarnya memberikan keuntungan dari sisi privasi karena mengurangi risiko kebocoran nomor telepon yang dapat dimanfaatkan untuk serangan SIM swap maupun pengambilalihan akun. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa username yang mirip dengan identitas pihak lain tetap berpotensi digunakan untuk penipuan.

Menurut Tobac, pengguna sebaiknya memilih username yang unik dan sulit ditebak agar tidak mudah ditemukan maupun menjadi sasaran spam dari pihak yang tidak dikenal. Di sisi lain, organisasi hak digital Internet Freedom Foundation (IFF) mengkritik langkah pemerintah India yang meminta penundaan peluncuran fitur tersebut.

IFF menilai persoalan penipuan seharusnya ditangani melalui penegakan hukum terhadap pelaku, bukan dengan mengatur desain produk perusahaan teknologi melalui surat peringatan. Perdebatan mengenai penggunaan username juga mengingatkan pada putusan Pengadilan Tinggi Delhi dalam perkara yang melibatkan Telegram, dimana saat itu, pengadilan menilai penggunaan username tanpa nomor telepon dapat mempermudah penyembunyian identitas pengguna serta mempercepat penyebaran konten ilegal.

Sementara itu, Mozilla Foundation turut mengingatkan bahwa fitur username berpotensi meningkatkan kasus penipuan melalui akun palsu. Namun, organisasi tersebut juga mengakui bahwa penggunaan username dapat meningkatkan perlindungan privasi pengguna apabila disertai sistem verifikasi identitas yang kuat.

WhatsApp menegaskan peluncuran fitur dilakukan secara bertahap agar perusahaan dapat mengumpulkan masukan dari pengguna sebelum tersedia secara luas pada akhir tahun. "Kami meluangkan waktu dan mendengarkan umpan balik agar saat diluncurkan akhir tahun ini, kami dapat melakukannya dengan benar," tulis WhatsApp dalam dokumen FAQ resminya. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....