Rektor Undana Lantik Empat Wakil Rektor, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas
- 30 Jun 2026 14:38 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., resmi melantik empat wakil rektor baru dalam upacara pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Kupang, Senin, 29 Juni 2026. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan universitas sekaligus momentum memperkuat tata kelola dan pelayanan pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur.
Empat pejabat yang dilantik masing-masing adalah Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si. sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si. sebagai Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi.
| Baca juga: Wawali Kupang Sambut Kolaborasi Riset Undana |
Dalam sambutannya, Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa para wakil rektor harus memahami tantangan kepemimpinan modern, termasuk mewaspadai fenomena yang disebutnya sebagai paradoks kekuasaan, yakni kondisi ketika seorang pemimpin kehilangan empati, loyalitas, dan kepekaan sosial setelah memperoleh jabatan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh terlena oleh kekuasaan, melainkan harus tetap mengutamakan pelayanan kepada sivitas akademika.
Rektor juga mengingatkan bahwa pejabat publik di lingkungan perguruan tinggi harus memiliki mental yang kuat dalam menghadapi kritik. Ia menilai perubahan tidak akan pernah terwujud apabila seorang pemimpin hanya memilih berada di zona nyaman. "Kalau ingin membawa perubahan, harus siap dimarahi, difitnah, bahkan dihujat. Jadikan setiap kritik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan," ujarnya.
Sebagai pedoman kerja, Prof. Jefri memperkenalkan prinsip kepemimpinan "Know the problem, face the problem, and solve the problem", yang berarti memahami persoalan, berani menghadapinya, dan menyelesaikannya secara bertanggung jawab. Ia juga menegaskan bahwa mutasi jabatan tersebut tidak berkaitan dengan dinamika politik pemilihan rektor, melainkan merupakan bagian dari penyegaran organisasi untuk meningkatkan kinerja institusi.
Menutup arahannya, Rektor mengajak seluruh pimpinan melakukan refleksi diri melalui dua pertanyaan sederhana, yakni "Are you the problem?" dan "Have I done the right thing?". Menurutnya, introspeksi menjadi kunci agar setiap pemimpin mampu menjalankan amanah secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Melalui pembagian tugas yang jelas kepada masing-masing wakil rektor, Prof. Jefri berharap seluruh jajaran pimpinan dapat segera bekerja tanpa menunda pelaksanaan program prioritas. Ia optimistis kepemimpinan baru mampu memperkuat kualitas akademik, tata kelola keuangan, pembinaan mahasiswa dan alumni, serta pengembangan kerja sama dan sistem informasi demi meningkatkan pelayanan kepada sivitas akademika dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....