Observatorium Nasional Timau Segera Beroperasi, Teleskop Utama Masuk Tahap Akhir

  • 30 Jun 2026 14:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau di Kabupaten Kupang kini memasuki tahap akhir sebelum resmi beroperasi sebagai pusat penelitian astronomi nasional. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kapasitas riset Indonesia sekaligus menjadi pusat edukasi sains bagi masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Manajer KSL Observatorium Nasional Gunung Timau, Abdul Rahman dalam Wawancara Kupang Pagi Pro 1 RRI Kupang, Selasa, 30 Juni 2026 mengatakan, progres pembangunan instrumen utama terus menunjukkan perkembangan yang positif. "Instrumen utamanya memang masih dalam tahap finishing. Kita berharap tahun ini selesai, mungkin dalam dua bulan ini," ujar Abdul Rahman.

Ia menjelaskan, meski teleskop utama belum dioperasikan, sejumlah instrumen pendukung telah lebih dahulu digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas observasi. "Alat-alat yang lain sudah mulai beroperasi, seperti all sky camera, alat cuaca, kemudian kita juga punya teleskop-teleskop kecil yang bisa dioperasikan," katanya.

Menurut Abdul Rahman, hasil pengamatan menggunakan perangkat yang telah tersedia menunjukkan kondisi langit di kawasan Timau sangat mendukung penelitian astronomi. "Hasil yang kita dapatkan selama ini bisa kita katakan sesuai dengan harapan, walaupun sebagai negara tropis kita tetap menghadapi tantangan kelembapan udara," jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi Observatorium Timau memiliki keunggulan berupa tingkat polusi cahaya yang rendah sehingga sangat ideal untuk mengamati benda-benda langit. "Di sini masih sangat gelap karena sumber polusi cahaya sangat minim. Kita membutuhkan latar belakang langit yang gelap untuk mengamati benda-benda langit," ucap Abdul Rahman.

Selain menjadi pusat penelitian, Observatorium Nasional Timau juga dipersiapkan sebagai sarana edukasi astronomi bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Abdul Rahman mengatakan berbagai program pengenalan astronomi telah lebih dahulu dilaksanakan melalui Open Science Center di Tilong sambil menunggu operasional penuh observatorium.

Abdul Rahman berharap penyelesaian pembangunan teleskop utama dapat segera membuka akses lebih luas bagi kegiatan penelitian maupun pendidikan astronomi di Indonesia. "Kami sangat berharap fasilitas nasional yang modern di Timau ini nantinya bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh putra-putri NTT sendiri," katanya, mengakhiri. (DB)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....