Jangan Tunggu Haus, Ahli Ingatkan Pentingnya Menjaga Hidrasi saat Cuaca Panas

  • 29 Jun 2026 19:12 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Cuaca yang semakin panas meningkatkan risiko dehidrasi. Para ahli mengingatkan masyarakat agar memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara teratur dan tidak menunggu hingga merasa haus.

Dosen Olahraga, Latihan, dan Ilmu Kesehatan Loughborough University, Dr. Lewis James, mengatakan tubuh terus menghasilkan panas dari proses metabolisme. Saat suhu lingkungan meningkat, tubuh lebih banyak mengandalkan keringat untuk menurunkan suhu sehingga kehilangan cairan menjadi lebih besar.

Menurutnya, dehidrasi ringan dapat menyebabkan sakit kepala, mudah lelah, penurunan konsentrasi, dan menurunnya kemampuan fisik. Pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi dapat mengganggu fungsi tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.

Ahli gizi dari British Nutrition Foundation, Bridget Benelam, menyebutkan dehidrasi membuat tubuh berusaha menghemat cairan sehingga proses pengaturan suhu dan sirkulasi darah menjadi kurang optimal. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan berpikir, performa fisik, hingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan sembelit.

Para ahli menyarankan masyarakat tidak menjadikan rasa haus sebagai satu-satunya penanda kebutuhan cairan. Warna urine dapat menjadi indikator sederhana, seperti urine berwarna kuning tua menunjukkan tubuh kemungkinan mengalami kekurangan cairan, sedangkan warna kuning pucat menandakan hidrasi yang cukup.

Spesialis Fisiologi Lingkungan Terapan University of Brighton, Dr. Neil Maxwell, seperti yang diberitakan theguardian, menyarankan untuk mengawali hari dengan minum sekitar 300 hingga 500 mililiter air putih. Namun, konsumsi air sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit tetapi rutin sepanjang hari.

Selain itu, kebutuhan cairan akan meningkat saat seseorang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Dalam kondisi tersebut, asupan air perlu ditambah sesuai banyaknya cairan yang hilang melalui keringat.

Para ahli juga menegaskan air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Minuman seperti teh dan kopi tetap dapat berkontribusi terhadap hidrasi karena kandungan airnya lebih besar dibandingkan efek diuretik kafein.

Tambahan elektrolit lebih dianjurkan bagi mereka yang berolahraga dalam waktu lama, bekerja di lingkungan panas, atau mengalami kehilangan cairan dalam jumlah besar. Bagi masyarakat yang menjalani aktivitas normal dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kebutuhan elektrolit umumnya telah terpenuhi dari makanan sehari-hari.

Para ahli menekankan bahwa menjaga hidrasi merupakan langkah sederhana untuk melindungi kesehatan, terutama saat suhu udara terus meningkat. Kebiasaan minum air putih secara teratur dinilai cukup untuk membantu tubuh tetap berfungsi dengan baik dan mencegah dehidrasi. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....