Studi Ungkap Bahaya Paparan Layar Gadget pada Bayi di Bawah Usia Dua Tahun
- 29 Jun 2026 19:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Penggunaan ponsel, tablet, dan perangkat digital lainnya sebagai "penenang" bagi bayi dan balita semakin umum dilakukan oleh banyak orang tua. Namun, sebuah studi terbaru dari Inggris memperingatkan bahwa paparan layar secara rutin sebelum usia dua tahun berpotensi membawa berbagai risiko terhadap tumbuh kembang anak.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari empat universitas di Inggris menyimpulkan bahwa bayi dan balita di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak terpapar layar secara teratur dan disengaja. Kajian tersebut menemukan hubungan antara tingginya paparan layar pada dua tahun pertama kehidupan dengan gangguan tidur, keterlambatan perkembangan bahasa, masalah perilaku, peningkatan risiko obesitas, rabun dekat, hingga kesulitan dalam menjalin hubungan sosial di kemudian hari.
Studi yang didukung oleh 1001 Critical Days Foundation dan dilakukan oleh kelompok riset iADDICT ini meninjau berbagai penelitian internasional mengenai penggunaan layar selama 1.001 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selain itu, para peneliti juga melakukan survei terhadap orang tua dan pengasuh anak-anak berusia di bawah dua tahun.
Hasil survei menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen bayi dan balita telah terpapar layar digital. Bahkan, satu dari sepuluh bayi dilaporkan terbiasa tertidur dengan layar perangkat masih menyala, semntara sebagian anak lainnya menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari di depan layar.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa tinjauan ini belum membuktikan secara langsung bahwa layar menjadi penyebab utama seluruh gangguan perkembangan tersebut. Namun, penggunaan layar yang berlebihan dinilai dapat mengurangi kesempatan anak memperoleh pengalaman penting yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.
Menurut digitaltrends, peringatan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran para orang tua, pendidik, dan tenaga kesehatan terhadap fenomena "anak iPad", yaitu istilah yang menggambarkan anak-anak yang sulit melepaskan diri dari perangkat digital, selalu menginginkan stimulasi dari layar, atau menjadikan gawai sebagai sumber kenyamanan utama. Kebiasaan tersebut kemungkinan telah terbentuk sejak usia yang sangat dini, bukan hanya jenis konten yang ditonton yang menjadi perhatian, tetapi juga seberapa cepat perangkat digital menjadi bagian dari pola pengasuhan sehari-hari.
Para peneliti mengingatkan bahwa apabila bayi sudah terbiasa menggunakan ponsel atau tablet sebagai alat penenang sebelum berusia dua tahun, maka ketergantungan terhadap perangkat digital pada usia yang lebih besar bukanlah hal yang mengejutkan. Karena itu, mereka mendorong orang tua untuk lebih mengutamakan interaksi langsung dan aktivitas bermain sebagai bagian dari stimulasi tumbuh kembang anak. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....