YouTube Luncurkan Empat Fitur Baru, Tombol Tidak Suka Resmi Dihapus
- 27 Jun 2026 20:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - YouTube baru saja meluncurkan empat pembaruan terbaru untuk layanan video pendeknya, YouTube Shorts. Pembaruan ini menghadirkan sejumlah fitur yang memudahkan pengguna, sekaligus perubahan yang berpotensi memicu perdebatan, yakni penghapusan tombol tidak suka atau dislike.
Menurut digitaltrends, salah satu fitur yang diperkenalkan adalah mode Clear Screen, yang memungkinkan pengguna menonton video tanpa gangguan berbagai ikon dan tombol di layar. Dengan fitur ini, video dapat ditampilkan secara penuh sehingga pengalaman menonton menjadi lebih nyaman.
Selain itu, YouTube juga menambahkan opsi kecepatan pemutaran dua kali yang dapat diakses dengan menarik layar ke bawah. Fitur ini sebelumnya lebih dikenal pada konten berdurasi panjang seperti podcast, namun kini dapat digunakan untuk Shorts, terutama video yang mendekati durasi maksimal tiga menit.
Pembaruan lainnya mencakup opsi membisukan suara yang lebih mudah digunakan serta kemampuan mengatur timer saat membuat Shorts. Pengguna bahkan dapat mengatur timer hingga nol detik untuk merekam video tanpa hitung mundur.
Sejumlah pengamat menilai fitur-fitur tersebut memiliki kemiripan dengan layanan Reels milik Instagram, yang telah lebih dahulu menghadirkan beberapa fungsi serupa bagi penggunanya. Di sisi lain, perubahan yang paling menarik perhatian adalah keputusan YouTube menghapus tombol tidak suka dari tampilan Shorts.
Selain mengganti ikon jempol menjadi ikon hati, platform tersebut juga menghilangkan tombol dislike yang sebelumnya berada di antara tombol suka dan kolom komentar. Meski demikian, pengguna tetap dapat memberikan umpan balik terhadap konten yang tidak diinginkan melalui menu tiga titik di bagian atas layar.
Melalui menu tersebut tersedia pilihan seperti “Tidak Tertarik”, “Jangan Rekomendasikan Saluran Ini”, dan “Laporkan”. YouTube menjelaskan bahwa pengguna memiliki beragam alasan ketika tidak menyukai sebuah video, mulai dari kualitas audio yang kurang baik hingga ketidaksesuaian dengan minat mereka.
Menurut perusahaan, opsi yang tersedia saat ini dinilai mampu memberikan kontrol yang lebih spesifik terhadap rekomendasi konten. Namun, sebagian pengguna menilai tombol tidak suka selama ini menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap konten yang dianggap berkualitas rendah.
Penghapusan fitur ini diperkirakan akan memunculkan beragam tanggapan dari komunitas pengguna. Adapun seluruh pembaruan tersebut akan diluncurkan secara bertahap dan membutuhkan waktu sebelum tersedia bagi semua pengguna di berbagai wilayah. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....